Anggota Komisi I DPR soal Pesawat MV-22 Osprey: Kalau Ada Duit Boleh Aja Beli

Eva Safitri - detikNews
Rabu, 08 Jul 2020 18:35 WIB
Bobby Adhityo Rizaldi
Bobby Adhityo Rizaldi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengungkap soal kemungkinan penjualan pesawat M-22 Block C Osprey beserta persenjataan lainnya kepada Indonesia. Komisi I DPR mengatakan pihaknya belum pernah mendengar rencana pembelian pesawat pabrikan Bell-Boeing itu.

"Belum. Memang kalau secara formal kita tidak membahas sampai satuan tiga, jadi terus terang belum ada pembahasan soal Osprey," kata anggota Komisi I DPR dari Fraksi Golkar, Bobby Adhityo Rizaldi, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/7/2020).

Kalaupun memang ada perencanaan pembelian Osprey, Bobby mengatakan tidak mempersoalkannya. Namun ia mempertanyakan apakah pemerintah mampu dalam finansial. Menurut Bobby, pembelian alutsista pesawat menggunakan pinjaman luar negeri.

"Ya kalau ada duitnya sih boleh-boleh saja (beli), cuma sepengetahuan kita pembelian pesawat itu kan menggunakan pinjaman luar negeri. Nah pada saat ini apakah kita memang memiliki kemampuan untuk itu. Itu yang pertama," ujarnya.

Bobby mengatakan kemungkinan perencanaan pembelian pesawat ini masuk dalam draf pagu indikatif RAPBN Kementerian Pertahanan (Kemhan) 2021. Jika benar, dia akan menanyakannya kepada pihak terkait setelah nota keuangan dibacakan oleh Presiden Joko Widodo nanti.

"Nanti dalam rapat ini kan baru rencana kerja pemerintah. Nanti setelah nota keuangan dibacakan oleh presiden pada 16 Agustus, kita akan membahas lagi pagu indikatifnya. Nah kalau kemaren baru usulan draf pagu indikatif. Kalau ini banyak dipertanyakan publik, kita akan pertanyakan Osprey. Kita belum tahu sama sekali," sebut Bobby.

Sebelumnya diberitakan, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan telah menyetujui kemungkinan penjualan 8 pesawat MV-22 Block C Osprey beserta persenjataan lainnya kepada pemerintah Indonesia. Belanja militer Indonesia itu diperkirakan menelan biaya sebesar USD 2 miliar atau sekitar Rp 28,8 triliun.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) sudah mengklarifikasi pernyataan Departemen Luar Negeri AS. Kemhan membantah adanya permintaan Indonesia membeli pesawat M-22 Block C Osprey.

"Belum, kita belum ada untuk merencanakan (pembelian) pesawat yang Osprey," kata Sekjen Kemhan Donny Ermawan Taufanto seusai rapat kerja dengan Komisi I DPR, Rabu (8/7).

Donny mengatakan Kemhan kini lebih mengutamakan produk buatan dalam negeri dalam pembelian alutsista. Selagi memungkinkan, dia mengatakan akan menggunakan pesawat dalam negeri.

"Kita lebih mengutamakan produk dalam negeri ya, jadi pesawat-pesawat yang kita bisa pergunakan industri dalam negeri, kita pergunakan industri dalam negeri dulu," sebut Donny.

(eva/elz)