Vonis 4,6 Tahun Bui Inkrah, Eks Dirut Perum Perindo Dieksekusi KPK

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 05 Jul 2020 18:44 WIB
Eks Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia (Dirut Perum Perindo) Risyanto Suanda mengikuti sidang perdana. Risyanto didakwa menerima suap USD 30 ribu.
Risyanto Suanda, Mantan Dirut Perum Perindo. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Putusan 4,6 tahun penjara terhadap mantan Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia (Dirut Perum Perindo) Risyanto Suanda telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah. KPK kemudian melakukan eksekusi terhadap Risyanto ke Lapas Kelas I A Sukamiskin.

"Atas nama terdakwa Risyanto Suanda yang telah berkekuatan hukum tetap dengan cara memasukkannya ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas I A Sukamiskin untuk menjalani pidana penjara selama 4 tahun dan 6 bulan dikurangi selama berada dalam tahanan," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam keterangan pers tertulis, Minggu (5/7/2020).

Eksekusi itu dilakukan oleh jaksa KPK Rusdi Amin pada Kamis (2/7). Eksekusi terhadap Risyanto itu melaksanakan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat Nomor 08/Pid.Sus/TPK/2020/PN.JKT Pst tertanggal 17 Juni 2020.

Risyanto diputus bersalah karena menerima suap senilai USD 30.000 dari Direktur Utama PT Navy Arsa Sejahtera, Mujib Mustofa. Dalam hal ini, Risyanto mengaku telah dimanfaatkan oleh Mujib untuk persetujuan impor hasil perikanan milik Perum Perindo.

Ali menyebut Risyanto juga dihukum membayar uang pengganti sebesar Rp 1,2 miliar. Risyanto hanya diberi rentang waktu selama satu bulan untuk membayarnya.

"Dan adanya pidana tambahan untuk membayar uang pengganti sejumlah Rp 1.244.799.300,00 selambat-lambatnya 1 bulan setelah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap," kata Ali.

Selanjutnya
Halaman
1 2