Bupati Bogor: Kami Tak Bisa Setop Warga ke Jalur Puncak, Itu Jalan Nasional

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Jumat, 03 Jul 2020 20:49 WIB
Jalur puncak bogor-cianjur
Ilustrasi Jalur puncak Bogor-Cianjur. (Ismet Selamet/detikcom)
Bogor -

Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Bodebek diperpanjang. Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, meski ada pelonggaran, wisata air di kawasan Puncak masih ditutup.

"PSBB transisi ini kan kita lebih melonggarkan sedikit ya. Kalau kemarin kan untuk ke tempat wisata, ya kan, ini kita dibatasi, alam hanya 1, Taman Safari. Besok sebetulnya sudah boleh, tapi dibatasi. Tetapi untuk wisata air, karena penularan katanya melalui air cepat, kita masih tutup. Menunggu keputusan pemerintah. Jadi banyak relaksasi, tapi banyak juga yang tidak direlaksasi," kata Ade Yasin di pendapa Bupati Bogor, Kompleks Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (3/7/2020).

Selain itu, lokasi hiburan, seperti karaoke, belum diizinkan beroperasi. Lalu, Ade menyebut, rumah makan baru diizinkan dengan kapasitas 50 persen.

"Yang penting ada social distancing," jelas dia.

Ade mengatakan, dalam masa PSBB kali, meski ada relaksasi, Pemkab tetap melakukan pengetatan agar tidak ada warga yang asal menerobos masuk ke wilayahnya. Apalagi warga yang belum terdeteksi kesehatannya.

"Wajar kalau Disbudpar juga memperketat karena ini perintah Gugus Tugas juga, harus terpantau oleh kita," ujarnya.

Meski demikian, Ade mengaku tak bisa melarang apabila ada warga yang ingin melintas di kawasan Puncak, termasuk warga dari Jakarta. Menurut dia, hal itu adalah hak warga sebagai pengguna jalan.

"Kalau jalan Puncak kan jalan umum, jalan nasional, jadi siapa pun boleh melintas. Yang melintas itu tidak hanya ke Puncak, tapi juga ke Cianjur, ke Bandung. Kita nggak bisa setop mereka, hak mereka," kata Ade.

Dia mengingatkan lagi, apabila melakukan kunjungan ke Puncak, warga diminta tidak menimbulkan kerumunan. Hal itu semata-mata untuk menekan kasus Corona di Bogor.

"Menyebar saja kalau berkerumun. Jangan nongkrong ngobrol ngerumpi. Sebab, harus disadari, kalau memang mau cepat jadi zona biru, harus bantu kita," ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memutuskan memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) proporsional di wilayah Bodebek selama 14 hari ke depan. Sedianya PSBB proporsional di lima wilayah penyangga DKI Jakarta itu akan berakhir pada 2 Juli.

"Kesimpulannya, PSBB proporsional Bodebek diperpanjang 14 hari. Dari catatan epidemiologi kita, Bogor-Bogor, Depok, Bekasi-Bekasi masih zona kuning, sehingga kita belum punya keyakinan untuk melakukan relaksasi mengingat epidemiologi dengan Jakarta masih dinamis," ujar Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (1/7).

(idn/idn)