Gajah Ngatini di Riau Lahirkan Anak Seberat 50 Kg, Diberi Nama Damar

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Jumat, 03 Jul 2020 18:51 WIB
Gajah Ngatini bersama bayinya, Gajah Damar
Foto: Gajah Ngatini bersama bayinya, Gajah Damar. (Dok BBKSDA Riau).
Pekanbaru -

Sepasang gajah jinak di Taman Wisata Alam Buluh Cina di Kabupaten Kampar, Riau, baru saja memiliki anak seberat 50 Kg. Anak gajah berjenis kelamin jantan ini diberi nama Damar oleh Gubernur Riau, Syamsuar.

"Anak gajah ini lahir dari pasangan gajah jinak binaan kita. Gajah jantan Robin dan induknya bernama Ngatini. Gajah Ngatini melahirkan tadi pagi sekitar pukul 05.00 WIB," kata Kepala BBKSDA Riau, Suharyono kepada wartawan, Jumat (3/7/2020).

Haryono menjelaskan, kabar gembira ini langsung membuatnya bersama tim medis, drh Rini Dewita meninjau lokasi. Tim medis melakukan pengecekan kesehatan dan memberikan vitamin daya tahan tubuh serta penambahan darah dan nafsu makan.

"Anak gajah berjenis kelamin jantan dengan berat sekitar 50 Kg terlihat sehat dan mulai menyusu pada induknya. Sang induk Ngatini, yang saat ini berumur 22 tahun juga terlihat sehat dan bersemangat menyantap makanan yang telah disiapkan para Mahout (pawang) untuknya," kata Haryono.

Gajah Ngatini bersama bayinya, Gajah DamarGajah Ngatini bersama bayinya, Gajah Damar. (Dok BBKSDA Riau).

Haryono menyambut gembira kelahiran satwa dilindungi binaan ini karena telah lama dinantikan. Bayi gajah pun diberi nama Damar oleh Gubernur Riau, Syamsuar. Nama tersebut diambil dari nama jenis pohon (Meranti) yang bisa juga bermakna pelita.

Dengan berhasilnya kehamilan sampai satwa melahirkan, hal tersebut menunjukkan bahwa Taman Wisata Alam (TWA) Buluh Cina masih cukup kondusif untuk mendukung kehidupan dan kelestarian satwa liar yang dilindungi. TWA Buluh Cina merupakan salah satu kawasan konservasi di Provinsi Riau.

"Semoga kelahiran bayi Gajah ini menjadi pertanda bagi keseriusan semua pemangku kepentingan dalam melestarikan gajah sumatera di bumi Melayu. Dengan kelahiran Damar ini diharapkan akan menambah antusiasme wisata alam di era normal baru," tutur Haryono.

(cha/elz)