Jenazah Prajurit TNI yang Gugur di Kongo Dimakamkan di Pekanbaru Hari Ini

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Jumat, 03 Jul 2020 09:44 WIB
Jenazah Pelda Anumerta Rama Wahyudi diterbangkan ke Pekanbaru, Riau. Serma Rama Wahyudi gugur ketika menjalankan tugas Misi Perdamaian PBB di Kongo.
Jenazah Pelda (Anumerta) Rama Wahyudi saat disemayamkan di Jakarta. (Agung Pambudhy/detikcom)
Pekanbaru -

Jenazah prajurit TNI, Pelda (Anumerta) Rama Wahyudi, yang gugur di Kongo bakal tiba di Riau hari ini. Jenazah akan dimakamkan di Pekanbaru.

Dilihat detikcom, Jumat (3/7/2020), berdasarkan jadwal rangkaian kedatangan hingga upacara pemakaman yang diterima dari Kapenrem 031Wira Bima Riau, Mayor (Inf) Harmen Amzamal, jenazah bakal disambut oleh Pangdam I Bukit Barisan, Mayjen Irwansyah.

"Pukul 10.20 WIB Pangdam I/BB beserta Rombongan tiba Baseops Lanud RSN upacara penyerahan jenazah," kata Harmen.

Selanjutnya, jenazah Pelda Rama dibawa ke rumah duka di Kabupaten Kampar. Jenazah akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Dharma Pekanbaru sekitar pukul 14.10 WIB.

"Pangdam I/BB beserta Rombongan TMP Kusuma Dharma. Upacara pemakaman jenazah," kata Harmen.

Sebelumnya, jenazah Pelda (Anumerta) Rama Wahyudi hari ini diberangkatkan dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Pekanbaru, Riau. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto turut hadir dalam upacara pelepasan jenazah.

"Langsung sudah hari ini beres semuanya (hak-haknya), termasuk kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi, kemudian hak beliau, baik dari dalam negeri maupun hak dari PBB, sudah semua include," kata Hadi di lokasi.

Berdasarkan keterangan dari Kemlu RI, ada dua prajurit TNI yang menjadi korban dalam penyerangan patroli misi perdamaian PBB di Kongo. Satu orang prajurit TNI dinyatakan gugur dan satu lainnya terluka.

"Berdasarkan laporan yang diterima dari MONUSCO, sejauh ini terdapat dua korban personel Indonesia dari pertempuran bersenjata di wilayah Kongo tersebut. Serma Rama Wahyudi dinyatakan meninggal dunia, sementara korban lainnya, Prt M Syafii Makbul, masih dalam perawatan intensif," demikian bunyi pernyataan dari Kemlu yang dilihat di laman resmi Kemlu, Rabu (24/6).

(cha/haf)