Round-Up

Pangkal Masalah Pedagang Ibu Kota Belum Move On dari Plastik

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Jumat, 03 Jul 2020 07:37 WIB
Pemprov DKI Jakarta melarang penggunaan kantong plastik seklai pakai di mal hingga pasar. Larangan itu mulai diberlakukan pada 1 Juli 2020 mendatang.
Ilustrasi / Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Meski Peraturan Gubernur (Pergub) mengenai larangan pemakaian plastik sekali pakai atau kantong kresek telah berlaku, masih banyak pedagang yang melanggar aturan. Apa penyebabnya?

Salah satunya, pedangan di Pasar Tebet Barat masih ada yang belum menerapkan kebijakan yang resmi berlaku 1 Juli 2020 tersebut. Meski sudah sempat adanya sosialisasi kepada para pedagang di Pasar Tebet Barat ini, namun masih banyak juga yang tidak mengikuti anjuran dan peraturan yang berlaku tersebut.

Saat mendatangi beberapa gerai dan toko yang ada di Pasar Tebet Barat hari ini, terlihat masih banyak pedagang yang tidak mengikuti aturan yang berlaku. Masih adanya pemberian plastik sekali pakai secara cuma-cuma saat hendak membeli barang yang dijualkan menunjukkan kebijakan tersebut belum efektif.

Dari beberapa pedagang yang diwawancarai, mereka menyatakan hal yang hampir serupa. Adanya sosialisasi dari atas kepada pedagang namun hal tersebut belum juga diterapkan per Rabu kemarin.

"Nggak mungkinkan kita nyediain paper bag setiap orang belanja, kan karena gede modalnya. Jadi ya kembali ke kantong plastik lagi yang lebih murah lebih irit," ujar Risna, salah seorang pedagang aksesori, saat ditemui Rabu (1/7/2020) di Pasar Tebet Barat, Tebet, Jakarta Selatan.

Sama halnya dengan Ibu Suwini, pedagang jus di Pasar Tebet Barat, yang masih menggunakan kantong plastik. "Sudah sempat dilarang pakai kantong plastik tapi belum, belum apa ya diterapin," ujarnya.

Menurut Pak Sugih, pembeli di pasar tersebut mengenai larangan menggunakan plastik sekali pakai ini masih terlalu abu-abu.

"Perasaannya gimana ya, ya serba bingung jadinya. Kira-kira memang kalau dilihat dari dampaknya, waduh bahaya sekali. Cuman untuk sebagai yang membutuhkan plastik itu, untuk cari pengganti alternatifnya itu jenis apa, sulit sekali kayanya itu. Karena memang plastik itu dari kekuatan dan segala paling praktislah," ujarnya.

Atas fenomena itu, sejumlah kalangan angkat bicara. Mereka menyoroti lemahnya sosialisasi larangan kantong plastik.

Sedangkan Direktur Usaha dan Pengembangan Perumda (PD) Pasar Jaya Anugerah Esa mengaku, pihaknya telah melakukan sosialisasi ke pasar-pasar. Menurutnya, sosialisasi tentang penggunaan kantong ramah lingkungan sudah disampaikan sejak tahun lalu.

"Sosialisasi dan surat edaran sudah kita lakukan dari tahun lalu," ujar Esa saat dihubungi, Rabu (1/7/2020).

Tonton video 'Anies Ajak Warga Pakai Kantong Belanja Sendiri, Bukan Plastik:

Berikut penyebab yang Bikin pedagang pasar belum move on dari kantong kresek:

Selanjutnya
Halaman
1 2 3