Dinas LH DKI: Daging Masih Boleh Pakai Wadah Plastik tapi Jangan Kresek

Muhammad Ilman Nafi - detikNews
Kamis, 02 Jul 2020 18:12 WIB
Di hari kedua larangan kantong plastik, masih banyak ditemui sejumlah pedagang di pasar tradisional yang menggunakan kantong tersebut.
Ilustrasi kantong plastik di pasar tradisional. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Pejabat Humas Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Yogi mengatakan penggunaan plastik untuk membungkus makanan basah, seperti daging-dagingan, masih diperbolehkan. Namun plastik yang dibolehkan adalah kantong yang berjenis film.

"Sebenarnya sih untuk makanan langsung kayak daging apa itu masih dibolehkan wadah jenis plastik, tapi plastiknya jangan yang kresek, plastik yang film lebih higienis gitu ya. Itu memang ada pengecualian selama belum ada kantong plastik yang ramah lingkungan untuk wadah langsung pangan gitu. Kan, begitu," ujar Yogi saat dihubungi, Kamis (2/7/2020).

Meski demikian, Yogi mengakui praktik penggunaan kantong plastik masih terjadi di pasar. Menurutnya, pedagang pasar masih belum menyediakan alternatif pengganti kantong kresek.

"Cuma sih umumnya di pasar tradisional memang belum menyediakan (plastik film), masih menyediakan kantong plastik kresek, itu alasannya, tapi sebenarnya sih tak dominan," katanya.

Yogi mengatakan pengawasan penggunaan plastik berada di bawah PD Pasar Jaya. Menurutnya, PD Pasar Jaya sudah memberikan sosialisasi kepada para pedagang terkait larangan penggunaan kantong plastik.

"Itu kewenangan pengelolanya, PD Pasar Jaya. Kita Perumda Pasar Jaya kita seluruh pasar tradisional di Jakarta itu kan 158 (pasar) itu di dalam pengelolaan manajemen Perumda Pasar Jaya ya dan itu BUMD. Mereka itu sudah lebih jauh komitmen sebenarnya dari 2018 mereka sudah melakukan sosialisasi yang intensif ke pelaku pedagang di pasar-pasar itu," katanya.

"Terus mereka berkomitmen melakukan pengawasannya gitu dan kita akan pastikan lagi secara bertahap melakukan pembinaan dan pengawasan agar seluruh pasar rakyat itu pedagangnya tidak menyediakan lagi kantong kresek," katanya.

Sebelumnya diberitakan, masih banyak pedagang di DKI Jakarta yang belum mengetahui perihal larangan penggunaan kantong plastik. Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) pun menilai sosialisasi larangan itu masih kurang.

"Ya faktanya para pedagang sampai detik ini masih banyak yang belum aware, belum tahu. Artinya, memang sosialisasi sudah dijalankan, tapi belum maksimal. Sosialisasi dan komunikasi dengan para pedagang kurang efektif," ujar Ketua Umum Ikappi Abdullah Mansuri saat dihubungi, Kamis (2/7).

Abdullah juga menilai tidak adanya solusi dari Pemprov DKI atas Pergub Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan. Menurutnya, Pemprov DKI harus memberikan alternatif lain selain kantong plastik.

"Ini pembuat kebijakan tidak memikirkan pengganti tidak mengganti alternatif solusinya. Kalau tas belanjaan kain yang bisa dipakai berulang-ulang, ya, oke untuk jenis belanjaan yang besar. Tapi untuk belanjaan yang kecil bagaimana? Seperti belanjaan yang basah gimana? Seperti ikan-ayam bagaimana? Yang kecil-kecil, bawang, cabai, nah ini harus ada masukan juga, ada solusi," tuturnya.

(idn/idn)