RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Didesak Segera Disahkan, Ini 4 Alasannya

Danu Damarjati - detikNews
Kamis, 02 Jul 2020 14:51 WIB
Sejumlah aktivis dari Jaringan Muda Setara melakukan aksi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (5/8/2018). Dalam aksinya ini, para aktivis ini meminta agar menghapuskan Undang-Undang kekerasan seksual yang berpihak kepada korban. Grandyos Zafna/detikcom
Gambar ilustrasi. (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Kelompok Masyarakat Anti Kekerasan Seksual Dukung RUU PKS (#MAKSAdukungRUUPKS) mendesak Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) segera disahkan. Sudah bertahun-tahun pengesahan RUU ini ditunda DPR.

"Undang-undang ini amat dibutuhkan dalam rangka membangun konstruksi hukum yang berkeadilan dan sungguh melindungi kelompok rentan di dalam masyarakat, khususnya perempuan dan anak," kata #MAKSAdukungRUUPKS, dalam surat pernyataan yang diterima detikcom, Kamis (2/7/2020).

Mereka menyampaikan surat pernyataan dukungan terhadap RUU P-KS untuk disahkan pada 2020, yang diterima detikcom. Surat itu ditujukan kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Ketua DPR, Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR, para ketua fraksi, hingga Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Ada 730 nama yang menyatakan sikap lewat surat pernyataan ini. #MAKSAdukungRUUPKS berbicara atas nama jaringan akademisi, mahasiswa, dan alumni Universitas Indonesia (UI). Mereka berpandangan RUU P-KS penting untuk segera disahkan karena empat alasan.

Alasan pertama, faktor lambannya pembahasan RUU P-KS. RUU ini sudah dirancang Komnas Perempuan sejak 2012, disusun drafnya pada 2014, hingga masuk sebagai RUU Prolegnas sejak 2016. Namun hingga kini RUU itu tak kunjung disahkan DPR menjadi UU.

"Pada 30 Juni 2020, Komisi VIII Baleg DPR RI justru mengusulkan untuk mencabut RUU P-KS dari daftar Prolegnas Prioritas 2020. Hal ini tentu mengundang berbagai kritik publik, terlebih alasan dari pencabutan ini adalah pembahasan RUU PKS yang dianggap sulit," kata mereka.

Tonton video 'Baleg DPR Siap Pasang Badan Demi RUU P-KS':

Selanjutnya
Halaman
1 2 3