PSBB Transisi di Jakarta Diperpanjang 14 Hari, Ini Alasan Pemprov DKI

M Ilman Nafian - detikNews
Rabu, 01 Jul 2020 16:17 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan PSBB transisi di Jakarta diperpanjang 14 hari ke depan (M Ilman Nafian/detikcom)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan PSBB transisi di Jakarta diperpanjang 14 hari ke depan. (M Ilman Nafian/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta memutuskan memperpanjang masa penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi selama dua pekan ke depan. Apa alasannya?

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan wabah Corona di Jakarta belum hilang. Jadi dia memutuskan tidak melakukan pelonggaran yang berisiko memunculkan lompatan jumlah kasus Corona.

"Mengenai PSBB, active case finding di Jakarta amat tinggi. Jadi kasus positif yang ditemukan bukan dari pasien di rumah sakit atau orang datang ke rumah sakit karena ada keluhan," kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (1/7/2020).

"Tapi mayoritas didapat melalui puskesmas yang secara aktif mendatangi komunitas yang ada probabilitas tertular. Oleh karena itu, masih bisa katakan bahwa wabahnya masih ada," tambahnya.

Anies mengatakan Jakarta belum bisa bebas. Dia mengatakan PSBB transisi di Jakarta diperpanjang atas alasan keselamatan.

"Memang positivity rate berkisar angka 5%, artinya dalam standar WHO itu aman. Tetapi bukan berarti kita bebas. Dan angka reproduction masih 1, belum turun ke angka yang aman. Masih sama dengan angka bulan yang lalu. Karena itulah kita merasa lebih bertanggung jawab apabila kita teruskan ini, karena keselamatan nomor 1," ungkapnya.

Anies mengatakan Pemprov DKI akan terus meningkatkan tracing contact untuk bisa memutus penyebaran mata rantai COVID-19. Dia mengatakan PSBB transisi diperpanjang untuk menghindari munculnya lonjakan kasus.

"Dan kita tak ingin di Jakarta kita melakukan pelonggaran dari 50% kapasitas menjadi 100%, kan kalau sudah lepas PSBB bisa 100%, lalu ada lompatan kasus, berisiko. Tetap kerjakan dengan 50%, dengan cara seperti itu mudah-mudahan kita bisa mengendalikan. Kita lihat 2 pekan lagi ke depan," ucap dia.

Anies mengatakan akan makin menggencarkan penelusuran kasus aktif dengan memperbanyak tes. Dia mengatakan langkah tersebut diambil sebagai upaya pengendalian wabah.

"Hampir semua karena active case finding. Jadi justru kita terus mendorong lebih banyak lagi. Ini yang perlu kami garis bawahi, kita bukan bertujuan menurunkan garis dalam grafik laporan. Kita berkeinginan mengendalikan wabah. Karena kalau ingin menurunkan garis, mengurangi testing. Nanti garisnya akan turun, pasti. Tapi wabahnya tidak turun," ujar Anies.

Tujuan kita bukan menurunkan garis, tapi mengendalikan wabah. Jadi bagi kami lebih baik ditingkatkan aktivitas testingnya, menjangkau pribadi-pribadi yang tanpa gejala lalu positif lalu diisolasi, daripada kita membiarkan dengan mengurangi testing," tambahnya.

Anies menegaskan perpanjangan PSBB transisi di Jakarta diambil untuk pertimbangan keselamatan. Dia juga mengingatkan warga Jakarta untuk mengurangi aktivitas bepergian.

"Jadi tadi istilah yang digunakan tes, lacak, isolasi (TLI). Dengan itu, kita ingin warga Jakarta punya keyakinan bahwa pemerintah melakukan semua langkah untuk melindungi dan menjamin semua warganya. Pemerintah mengambil sikap bertanggung jawab untuk memastikan keselamatan nomor 1. Itu sebabnya kita perpanjang PSBB. Dan jika tak ada kepentingan jangan pergi," tuturnya.

(jbr/imk)