PSBB Transisi Akan Berakhir, Epidemiolog: Upaya Preventif Harus Lebih Besar

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 30 Jun 2020 15:46 WIB
Sejak memasuki pandemi COVID-19, petugas medis terus berjuang tiada henti untuk memerangi Corona.
Foto ilustrasi: Seseorang memakai masker dan face shield untuk mencegah Corona. (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Berdasarkan Keputusan Gubernur, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi akan berakhir dua hari lagi. Namun, menurut epidemiolog, Jakarta belum aman dari Corona. Maka bila PSBB nanti berakhir, langkah pencegahan COVID-19 perlu diterapkan semua orang.

"Yang menyatakan aman itu kalau kasus baru Corona di Jakarta sudah 0. Korea Selatan saja yang kasus barunya pernah 0 bisa naik lagi, apalagi Jakarta yang masih ratusan kasus sepekan," kata epidemiolog dari Universitas Indonesia (UI), Tri Yunis Miko Wahyono, kepada detikcom, Selasa (30/6/2020).

Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) ini menghitung jumlah kasus Corona bukan per hari, melainkan per pekan (7 hari). Soalnya, masa inkubasi virus Corona untuk menunjukkan gejala rata-rata adalah sepekan.

Berdasarkan data situs resmi Corona Jakarta, Jakarta belum pernah mengalami seharipun tanpa kasus baru COVID-19. Sejak 5 Juni sampai 11 Juni, ada 952 kasus. Sejak 12 Juni sampai 19 Juni, ada 854 kasus. Pada 20 Juni hingga 26 Juni, ada 1.115 kasus.

"Sebenarnya PSBB di Jakarta belum bisa disetop karena masih ada daerah merah, tapi ekonomi harus jalan. Tidak apa-apa jalan, tapi upaya preventif harus besar, yakni semua memakai masker dan faceshield," kata Miko.

Tonton video 'Anies Klaim PSBB Transisi 2 Pekan Pertama Berjalan Baik':

Selanjutnya
Halaman
1 2