DKI Tetap Adakan CFD di Masa Pandemi, Kadishub: Signifikan Turunkan Polusi

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Sabtu, 27 Jun 2020 17:11 WIB
Jalur khusus sepeda terlihat di kawasan Bundaran HI. Jalur itu dibuat untuk warga yang bersepeda di kawasan yang kembali adakan car free day (CFD) tersebut.
CFD di sekitar Bundaran HI (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tetap mengadakan hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) yang kini disebar di 32 lokasi selama pandemi virus Corona (COVID-19). Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Syafrin Liputo mengatakan pelaksanaan CFD mampu menurunkan polusi udara di Ibu Kota.

"Karena sebelum COVID-19 untuk pelaksanaan HBKB di Jakarta itu cukup signifikan menurunkan polusi udara Jakarta. Artinya dicapai kualitas udara Jakarta yang baik," ujar Syafrin dalam diskusi virtual yang diadakan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) bertajuk 'Dampak Sosial Ekonomi Polusi Udara di Jakarta', Sabtu (27/6/2020).

Syafrin mengatakan CFD mampu mengurangi kadar polusi partikel PM 10 hingga 36,35 persen dibandingkan dengan hari kerja. Menurutnya, kadar polusi dari zat sulfur dioksida, karbon monoksida, dan nitrogen monoksida juga mengalami penurunan.

"Jika dilihat perbandingannya di tabel di bawah ini terlihat bahwa untuk PM 10 memang selama HBKB ini terjadi pengurangan sekitar 36,35 persen. Demikian juga parameter sulfur dioksida, karbon monoksida, nitrogen monoksida terjadi perbaikan kualitas udaranya," katanya.

Lebih lanjut Syafrin mengatakan akan tetap mengadakan CFD selama masa pandemi COVID-19. Dia mengatakan kegiatan CFD disebar ke 32 lokasi guna menghindari penumpukan warga.

"Memang kemarin hari Minggu tanggal 21 Juni, kami mencoba melakukan aktivasi kembali HBKB walaupun kemarin terjadi penumpukan warga. Tapi kemudian kami mencoba mendistribusikan warga yang aktif di HBKB kemarin ke 32 kawasan. Kami sebutnya kawasan khusus sepeda," ujar Syafrin.

Diketahui sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meniadakan CFD di Jalan Sudirman-Thamrin, termasuk di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), lantaran terjadi penumpukan warga. Untuk menghindari kerumunan, CFD kemudian disebar ke 32 wilayah yang ada di kota-kota Jakarta.

"Jadi HBKB untuk Sudirman-Thamrin ditiadakan. Kemudian, akan disebar di lima wilayah, kami sudah identifikasi ada 32 lokasi. Ada 7 lokasi yang memang rutin digunakan sebagai HBKB wilayah, ditambah 25 ruas jalan yang juga akan dioptimalkan sebagai ruang publik bagi warga yang akan berolahraga," ucap Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (26/6).

Syafrin mengatakan area olahraga di 32 kawasan tersebut dimulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB. Dia juga mengatakan pihaknya sudah mengatur dan menyediakan jalur bagi pesepeda dan pejalan kaki.

(elz/ear)