Nasib Siswa 'Korban' Syarat Usia PPDB DKI: Galau, Nangis Melulu dan Malu

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Sabtu, 27 Jun 2020 07:49 WIB
Pra Pendaftaran Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI Jakarta akan dimulai pada, Kamis (11/9). Nah, seperti apa sih persiapannya?
Ilustrasi PPDB DKI Jakarta (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Jalur zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB Jakarta memakan banyak korban. Para siswa yang punya impian tinggi untuk melanjutkan pendidikan di sekolah pilihan harus menelan pil pahit karena ada aturan soal usia yang membuat siswa lebih tua punya kans lebih besar untuk diterima.

Hal ini pun berdampak langsung pada kondisi psikologis siswa. Hal itu diungkap oleh salah satu orang tua bernama Zahra (40). Anaknya tidak bisa mendaftar ke sekolah manapun bukan karena nilai atau jarak melainkan gara-gara usia.

"Pendaftaran karena patokannya umur ya, jadi anak saya nggak masuk di sekolah manapun. Belum ada yang nyangkut namanya di sekolah manapun karena anak saya umurnya 14 tahun 9 bulan 15 hari," kata Zahra kepada detikcom, Jumat (26/6/2020).

Zahra bercerita anaknya sangat gigih belajar agar bisa meningkatkan nilai ujian nasional untuk memudahkannya masuk ke SMA pilihannya. Namun, kerja kerasnya itu seakan tak dihargai karena yang dilihat adalah usianya. Kondisi inilah yang membuat sang anak down dan terus menangis.

"Down juga sih. Hanya ini gimana sih, nggak sesuai harapan gitu. Karena waktu pengumumannya itu 2 bulan gitu. Kalau dia diumumkan dari setahun yang lalu kayak UN 2021 ditiadakan, kan sudah siap jauh hari gitu kan mbak. Nah ini dalam waktu cuman terkena pandemi 2 bulan UU nya berubah. Itu yang bikin ini...tapi anaknya down lah galau banget deh," jelasnya.

"Nangis-nangis melulu lah sekarang," sambung warga Kalibata, Jakarta Selatan ini.

Tonton juga 'Orang Tua Siswa Ngamuk-ngamuk ke Kadis DKI soal PPDB':

[Gambas:Video 20detik]

Awalnya, sang anak berkeinginan mendaftar di SMA 55 Jakarta Selatan. Namun kini, Zahra mengungkapkan bahwa anaknya tak mengharap banyak bisa masuk ke sekolah impian. Asalkan masuk ke sekolah negeri saja, kata Zahra, itulah yang diharapkan anaknya.

"Iya, Sekarang mah nggak berharap masuk sekolah impian deh yang penting masuk negeri dulu karena dia malu kalau masuk swasta karena nilainya bagus, malu aku mah masuk swasta," jelasnya.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2