Masjid Sunda Kelapa Minta Jemaah Wudu dari Rumah Sebelum Jumatan

Muhammad Ilman Nafi'an - detikNews
Jumat, 26 Jun 2020 12:09 WIB
Pelaksanaan Salat Jumat di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat
Pelaksanaan Salat Jumat di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat (Ilman/detikcom)
Jakarta -

Dewan Pengurus Masjid Agung Sunda Kelapa meminta jemaah yang hendak melaksanakan salat Jumat terlebih dahulu berwudu di rumah. Hal itu bertujuan menghindari kontak antarjemaah selama pelaksanaan salat Jumat.

"Kita anjurkan untuk wudu sendiri dari rumah, sehingga tidak banyak kontak dengan barang di masjid," ujar Sekretaris Dewan Pengurus Masjid Agung Sunda Kelapa, Pangeran Arsyad, di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Jumat (26/6/2020).

Meski demikian, Masjid Agung Sunda Kelapa tetap menyediakan tempat wudu untuk jemaah. Hal itu dilakukan karena dikhawatirkan ada jemaah yang wudunya batal ketika hendak menuju masjid.

"Masih, karena pasti ada yang batal. Jadi kita tidak bisa melarang secara utuh. Tapi kita mengurangi potensi-potensi penyebaran. Karena kan kita nggak tahu mungkin ketika dipegang kerannya. Hal-hal yang kemungkinan ada potensi (penularan), kita minimalisir kalau kita tidak bisa kita larang secara total," kata Arsyad.

Selain itu, jemaah diminta membawa sajadah dan kantong plastik sendiri. Permintaan untuk membawa kantong plastik bertujuan agar tidak terjadi kerumunan di tempat penitipan alas kaki ketika selesai pelaksanaan salat Jumat.

Lebih lanjut, Arsyad menjelaskan, jemaah yang hendak masuk ke Masjid Agung Sunda Kelapa juga diperiksa suhu tubuhnya dan selalu diminta memakai masker. Untuk pelaksanaan salat, dewan pengurus sudah membuat tanda jarak agar jemaah tidak saling kontak fisik.

"Kalau memang kapasitas masjid kita sangat berkurang drastis ya. Karena memang kita terapkan harus jarak. Ini jemaah satu sama lain ke depan, belakang, kiri dan kanan itu lebih dari satu meter," ucapnya.

Untuk bisa menampung jemaah meski diberlakukan jaga jarak, Masjid Agung Sunda Kelapa menyediakan aula, plaza, hingga lapangan futsal. Semua tempat tersebut pada saat kondisi normal tidak pernah digunakan untuk salat.

"Kita perlebar ruangan yang kita pakai, yang tadinya kita pakai ruang ibadah utama, aula kita gunakan. Ada serambi, ada halaman itu bisa mengakomodir, pengurangan yang tadi di ruang ibadah itu kita cover di lahan yang sebelumnya tidak dipakai salat kita gunakan dan itu pun kita terapkan protokol COVID, ada jarak-jarak juga," katanya.

(eva/eva)