DPRD Sidak RSUD Polman Terkait Dugaan Lalai Tangani Pasien Corona Lahiran

Abdy Febriady - detikNews
Kamis, 25 Jun 2020 23:14 WIB
Anggota DPRD sidak RSUD Polman terkait kabar pasien positif Corona terlambat mendapat penanganan saat melahirkan hingga bayi dalam kandungan tak terselamatkan (Abdy Febriady/detikcom)
Anggota DPRD sidak RSUD Polman terkait kabar pasien positif Corona terlambat mendapat penanganan saat melahirkan hingga bayi dalam kandungan tak terselamatkan (Abdy Febriady/detikcom)
Polewali Mandar -

Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Polewali Mandar (Polman) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Polman. Sidak dilakukan setelah pihak DPRD mendengar laporan seorang pasien terhambat mendapat tindakan operasi melahirkan anaknya.

Hambatan tersebut terjadi karena pasien bernama Anni tersebut karena diketahui positif Corona. Pihak rumah sakit (RS) berdalih tidak memiliki fasilitas memadai, untuk melakukan operasi terhadap pasien terkonfirmasi Corona.

Pasien asal Desa Tammangalle, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polman tersebut sempat dirujuk ke Rumah Sakit Regional di Mamuju. Namun Anni terpaksa dipulangkan kembali atas permintaan pihak keluarga karena RS rujukan itu tak memiliki fasilitas memadai untuk pelayanan persalinan bagi pasien positif Corona.

Sekembalinya di RSUD Polman, pasien langsung menjalani operasi caesar. Malang, nyawa bayi dalam kandungannya tidak tertolong.

Ketua DPRD Polman Jufri Mahmud yang memimpin sidak mengaku menyayangkan terjadinya peristiwa ini. Pihak RS diduga tidak memiliki strategi pelayanan terhadap pasien di masa pandemi Corona.

"Sangat disayangkan, karena tadinya bilang tidak sanggup operasi dan dirujuk, namun dikembalikan dan dilakukan operasi. Akhirnya apa yang tidak kita harapkan itu terjadi, bayi dalam kandungan meninggal dunia. Kami dari DPRD sangat menyayangkan, bagaimana strategi pelayanan rumah sakit terhadap pasien dalam masa pandemi," ujar Jufri kepada wartawan, saat berada di RSUD Polman, Kamis (25/6/2020).

Jufri menilai Satgas COVID-19 Kabupaten Polman kurang siap mengantisipasi masalah di RS terkait penanganan COVID-19.

Selanjutnya
Halaman
1 2