Disorot TII-ICW, KPK Beberkan Capaian Kerja 6 Bulan Pertama Era Firli

Ibnu Hariyanto - detikNews
Kamis, 25 Jun 2020 20:52 WIB
Ali Fikri
Ali Fikri (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

KPK menghargai kajian dari Transparency International Indonesia (TII) dan Indonesia Corruption Watch (ICW) soal kinerja penindakan dan pemberantas korupsi selama semester pertama era kepemimpinan Firli Bahuri. KPK akan mempelajari lebih lanjut soal kajian dari TII dan ICW tersebut.

"KPK menghargai inisiatif masyarakat untuk mengawasi kinerja kami. Tentu nanti kami akan pelajari kajian tersebut. Kapan perlu jika dibutuhkan TII dan ICW kami undang untuk paparan di KPK. Kalau ada data yang keliru bisa dikoreksi, tapi jika memang pembacaan dan rekomendasinya tepat tentu bisa bermanfaat sebagai masukan untuk KPK," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (25/6/2020).

Ali kemudian memaparkan hasil kinerja KPK di sektor penindakan dan pencegahan selama 6 bulan atau semester pertama. Pada sektor penindakan, Ali mengatakan KPK sudah menerbitkan 30 surat perintah penyidikan dengan 36 tersangka.

"Setidaknya ada 30 surat perintah penyidikan dengan total 36 tersangka, yaitu penyidikan dalam kasus: 1. OTT KPU; 2. OTT Sidoarjo; 3. Pengembangan suap ke Anggota DPRD Sumut; 4. Pengembangan suap ke Anggota DPRD Muara Enim; 5. Pengembangan kasus proyek pengadaan jalan di Bengkalis; 6. Kasus dugaan TPK di PT DI," ucap Ali.

"Kemudian, kasus dengan kerugian keuangan negara ratusan miliar. Pertama, kasus Bengkalis dengan nilai proyek Rp 2,5 triliun ditemukan dugaan kerugian keuangan negara Rp 475 miliar. Kedua, kasus PT DI dugaan kerugian negara sebesar Rp 205,3 miliar dan USD 8,65 juta," lanjutnya.

KPK juga menahan 27 tersangka selama semester pertama. Penahanan itu dilakukan antara lain terhadap dua buron, Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono.

"Penangkapan dan penahanan KPK juga telah lakukan penangkapan terhadap 2 DPO kasus suap dan gratifikasi di MA, yaitu: NHD (Nurhadi) dan RHE (Rezky Herbiyono) serta penangkapan terhadap 2 orang tersangka dalam kasus suap proyek di Muara Enim yaitu tersangka AHB (Aries HB) dan RS," ungkapnya.

Ali mengatakan KPK juga menyetorkan hasil denda dan pidana uang pengganti ke kas negara. Total uang yang sudah disetorkan sebesar Rp 63.068.521.381.

Selanjutnya
Halaman
1 2