Dewas Akan Panggil Ketua KPK untuk Diklarifikasi soal Naik Helikopter

Ibnu Hariyanto - detikNews
Kamis, 25 Jun 2020 18:32 WIB
Dua anggota Tim 9, Jimly Assidiqie dan Tumpak Hatorangan Panggabean mendatangi gedung KPK, Jakarta, Jumat (13/3/2015). Mereka menemui Plt Ketua KPK, Taufiequrachman Ruki.
Tumpak H Panggabean (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta -

Dewan Pengawas (Dewas) KPK mengatakan telah menerima laporan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) terkait dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan Ketua KPK Firli Bahuri karena naik helikopter mewah saat melakukan kunjungan ke Sumatera Selatan (Sumsel). Dewas KPK bakal memanggil Firli untuk dimintai klarifikasi.

"Klarifikasi juga sudah mulai dilakukan hari ini. Karena yang diadukan adalah Ketua KPK, tentu pihak yang diadukan juga akan diklarifikasi oleh Dewas," kata Ketua Dewas KPK Tumpak H Panggabean kepada wartawan, Kamis (25/6/2020).

Tumpak mengatakan Dewas KPK telah membentuk tim untuk mengidentifikasi fakta-fakta lebih lanjut terkait laporan dugaan pelanggaran etik yang dilakukan Firli. Tumpak menegaskan Dewas KPK akan melakukan tugas pengawasan dengan sebaik-baiknya.

"Kami akan lakukan tugas pengawasan ini sebaik-baiknya. Terima kasih atas perhatian dari masyarakat untuk terus menjaga KPK agar senantiasa bergerak di relnya," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, MAKI melaporkan Firli Bahuri ke Dewas KPK atas dugaan pelanggaran kode etik. Firli diduga melanggar etik karena menggunakan helikopter mewah saat kunjungan ke Baturaja di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan.

"Hari ini, Rabu, tanggal 24 Juni 2020, MAKI telah menyampaikan melalui e-mail kepada Dewan Pengawas KPK berisi aduan dugaan pelanggaran kode etik oleh Firli Ketua KPK atas penggunaan helikopter mewah untuk perjalanan dari Palembang ke Baturaja pada hari Sabtu, tanggal 20 Juni 2020," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman dalam keterangan tertulis, Rabu (24/6).

Selanjutnya
Halaman
1 2