Mahfud: Pak Presiden Pesan Aparat Jangan Terlalu Sensi, Ada Apa-apa Ditangkap

Yulida Medistiara - detikNews
Selasa, 23 Jun 2020 19:38 WIB
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md
Mahfud Md (Foto: Andhika Prasetia)
Jakarta -

Menko Polhukam Mahfud Md menyebut informasi hoax, fitnah dan SARA masih menjadi tantangan yang akan dihadapi pada Pilkada Serentak 2020. Mahfud lantas menyampaikan pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar aparat tidak terlalu sensitif menindak hal tersebut.

"Selain wabah pandemi COVID-19, tantangan lain yang dihadapi dalam penyelenggaraan Pilkada serentak adalah munculnya konten-konten berita yang mengandung hoax, fitnah, SARA, dan ujaran kebencian, ramai sekali itu," kata Mahfud MD, di kantor Bawaslu dalam pidatonya yang disiarkan secara daring di akun Youtube Bawaslu RI, Selasa (23/6/2020).

"Saya.. anu... bapak polisi, Pak Kabarhakam dan bapak kejaksaan dan yang lain-lain, beberapa hari yang lalu bicara dengan bapak presiden gitu bicara tentang hal-hal yang begini yaitu memang memprihatinkan tapi pesan pak Presiden itu aparat itu jangan terlalu sensi, jangan terlalu sensitif," kata Mahfud.

Mahfud mengingatkan aparat untuk tidak asal menangkap orang. Menurut dia, jika hanya hoax ringan maka aparat bisa mengedepankan restorative justice.

"Ada apa-apa ditangkap, ada apa-apa diadili. Orang mau webinar dilarang, ndak usah, biarin aja kata presiden, wong kita seminar tidak seminar tetap difitnah terus kok, mau seminar, mau ndak, diawasi aja. Kalau melanggar hukum yang luar biasa itu, yang kriminil, kriminiil nampak di mata umum dianggap kriminil baru ditindak. Kalau cuman bikin hoax-hoax ringan gitu ya orang bergurau ya biarin sajalah gitu," kata Mahfud.

Tonton video 'Mahfud Md Minta Penegakan Hukum Tidak Digantung':

Selanjutnya
Halaman
1 2