Walkot Bengkulu Bersyukur Menang Video New Normal Berhadiah Rp 3 M

Hery Supandi - detikNews
Selasa, 23 Jun 2020 17:05 WIB
Pemkot Bengkulu juara 1 lomba video inovasi sektor transportasi umum yang digelar Kemendagri (dok. Istimewa)
Foto: Pemkot Bengkulu juara 1 lomba video inovasi sektor transportasi umum yang digelar Kemendagri (dok. Istimewa)
Bengkulu -

Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu menerima penghargaan pemenang lomba video inovasi daerah sektor transportasi umum. Pemkot Bengkulu menjadi juara 1 untuk klaster kota se-Indonesia dan mendapat penghargaan berupa piagam dan Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp 3 miliar.

"Alhamdulillah, ini semua karena Allah SWT, karena doa masyarakat. Dan juga terima kasih kepada Pak Hasan pemilik SAN travel. Ini juga berkat kerja sama beliau dan mari kita songsong kehidupan ke depan dengan optimisme, dengan semangat new normal, kita bersahabat dengan COVID-19. Tidak mungkin selamanya kita berdiam diri di rumah," ujar Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan, Senin (22/6/2020).

Salah satu tim yang terlibat dalam pembuatan video, Hendri Akbar, mengatakan ada 18 orang yang dilibatkan untuk memproduksi 7 video. Dia mengatakan video-video tersebut dikerjakan hanya dalam waktu 2 hari untuk syuting dan pengeditannya.

"Alhamdulillah karena tim bekerja dengan kompak dan sungguh-sungguh, akhirnya salah satu video yang kita kirimkan menang. Proses memang tidak mengkhianati hasil. Ini tentu menjadi suatu kebanggaan bagi kami, dan masyarakat Kota Bengkulu pada umumnya," jelas Hendri.

Untuk diketahui, video inovasi daerah sektor transportasi umum dari Kota Bengkulu yang menang dalam lomba itu dibuat oleh tim dari Dinas Kominfosan Kota Bengkulu. Video yang berdurasi hampir 2 menit itu mengambil berlokasi di loket SAN.

Dalam video digambarkan bagaimana penerapan protokol kesehatan di salah satu loket bus di Kota Bengkulu itu. Pihak PT SAN mulai mengoperasikan bus dengan standar COVID-19 sejak 2 bulan lalu.

Sebagai bentuk ikut berpartisipasi, SAN juga memberikan pelayanan yang sudah sesuai dengan standar protokol Covid-19. SAN hanya memberangkatkan bus bila penumpang mempunyai surat-surat lengkap seperti rapid tes, surat kesehatan, izin dari lurah, atau surat izin perjalanan dan lainnya.

Selain itu, dalam mengoperasikan bus, jumlah penumpang hanya 50 persen dari kapasitas biasanya. Sebelum berangkat, bus disemprot dengan disinfektan. Juga diberi tanda pada bangku mana yang boleh diduduki penumpang dan mana yang tidak boleh diduduki.

Diketahui, lomba video inovasi dalam menghadapi tatanan kenormalan baru (new normal) untuk pemerintah daerah ini digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Total 168 miliar rupiah akan diberikan kepada 84 daerah yang mampu menampilkan video kreatifitas yang memuat penerapan protokol kesehatan.

"Semua Pemda bebas untuk ikut dalam lomba dalam sektor yang dipertandingkan bahkan boleh mengirim video di semua 7 sektor tersebut. Untuk membuat video tersebut tentunya Pemda harus menyusun protokol kesehatan dengan ahli kesehatan dan bekerja sama dengan stakeholder di daerahnya masing-masing," ujar Mendagri Tito Karnavian saat memberikan sambutan dalam acara Inovasi Daerah dalam Tatanan Normal Baru yang disiarkan pada kanal YouTube Kemendagri, Senin (22/6).

Tito mengatakan dalam lomba video ini, Kemendagri bekerja sama dengan Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Kementerian PAN-RB, Kemenparekraf, Kemendag, dan Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP). Setiap pemenang juga akan diberikan hadiah berupa Dana Insentif Daerah (DID).

"Agar menarik, selain piagam, hadiahnya juga atas kebaikan Ibu Menteri Keuangan diberikan insentif daerah (DID) untuk pemenang pertama, setiap kategori dan setiap klaster daerah, diberikan DID sebesar 3 miliar rupiah, pemenang kedua 2 miliar rupiah dan pemenang ketiga 1 miliar rupiah. Sehingga total terdapat 84 pemenang terdiri atas juara 1, 2 dan 3 untuk 7 sektor kehidupan dan 4 klaster Pemda, total hadiah DID sebanyak 168 miliar rupiah," katanya.

Tito mengatakan video pemenang lomba tersebut akan disosialisasikan di media massa dan media sosial. Tito berharap lomba itu bisa memberikan inspirasi bagi daerah lainnya.

(jbr/tor)