Viral Polisi Lampung Bersimpuh Cegah Warga Main Hakim Sendiri ke Jambret

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 21 Jun 2020 02:15 WIB
due pengendara speda motor menjambret pejalan kaki
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Lampung -

Video polisi di Lampung bersimpuh untuk mencegah aksi main hakim sendiri terhadap pelaku jambret viral di media sosial (medsos). Aksi polisi tersebut mendapatkan apresiasi dari warganet.

Dalam video berdurasi satu menit itu terlihat seseorang yang disebut polisi mencegah dua orang terus dipukuli massa yang mengamuk. Satu orang pria yang dipukuli tampak sudah rebah. Satu pria yang terus dipukuli massa memeluk pria yang disebut sebagai polisi.

Pria yang disebut sebagai polisi itu menahan dan meminta massa berhenti memukuli. Dia sampai bersimpuh dan mengangkat kedua tangan ke arah massa sembari memohon.

Peristiwa itu dibenarkan Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahrawi Pandra Arsyad. Kombes Pandra mengatakan pria yang disebut polisi dalam video tersebut ialah Bripka Masruri Rahman.

Dia mengatakan Bripka Rahman secara spontan mencegah aksi main hakim sendiri saat melintas di lokasi. Hal itu tetap dilakukan meski salah satu jambret sempat melemparkan helm ke arahnya.

"Dia sedang berjalan bersama istrinya, saat melintas itu, jadi naluri kepolisian, seperti yang disampaikan pak kapolda, seorang anggota polri harus lebih proaktif, menjalin kemitraan, problem solving," ujar Kombes Pandra kepada wartawan, Minggu (21/6/2020).

"Ini tindakan mulia, meski tidak berdinas, dia tetap peduli terhadap kamtibmas," sambungnya.

Pandra mengatakan tindakan anggota Polri sudah diatur dalam Peraturan Kapolri nomor 1 tahun 2009. Dia mengatakan polisi memerangi kejahatan namun tetap harus mengedepankan kemanusiaan.

"Kehadiran Polri, itu sudah menandakan negara hadir. Tahap kedua dengan suara. Ketiga penggunaan tangan lemah, yaitu bila kita menggunakan penguncian, kita menangkis, kita membanting. Lalu penggunaan tangan kuat seperti tendangan dan injakan. Kelima penggunaan alat khusus kepolisian seperti tongkat, pentungan, borgol. Terakhir penggunaan senjata bila tersangka membahayakan petugas dan masyarakat lain," urainya.

Selanjutnya
Halaman
1 2