Balada Nazaruddin: Gaduh Sebelum Masuk Bui, Bebas Jadi Sensasi

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 19 Jun 2020 09:51 WIB
Terpidana kasus suap wisma atlet SEA Games Palembang, Muhammad Nazaruddin, menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia diperiksa sabagai saksi untuk kasus dugaan korupsi Pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Udayana pada 2009-2011, dan kasus dugaan tindak pidana korupsi Pembangunan Wisma Atlet dan Gedung Serbaguna Pemprov Sumatera Selatan pada 2010-2011.
M Nazaruddin saat menjalani pemeriksaan di KPK kala sudah berstatus sebagai terpidana (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)

Nama Nazaruddin lantas masuk ke jajaran buronan di interpol. Dua foto Nazaruddin yang tengah memakai baju safari warna cokelat muda dipajang di situs interpol.

Tak berapa lama pada 22 Juli 2011, Nazaruddin sempat muncul dalam wawancara di salah satu tayangan televisi swasta. Saat itu, berdasarkan laporan polisi yang diucapkan Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok, Nazaruddin ada di Argentina.

NazaruddinPotret Nazaruddin di situs Interpol (Foto: dok istimewa)

Masih di bulan dan tahun yang sama tepatnya pada tanggal 31 Juli 2011 Nazaruddin lagi-lagi dikabarkan terjerat. Kali ini kabar itu menyebutkan Nazaruddin berada di Kuala Lumpur. Namun Nazaruddin disebut sudah berpindah lagi.

Baru pada kisaran 4-5 Agustus 2011 berembus kabar mengenai dugaan paspor palsu dengan foto yang mirip dengan Nazaruddin di Kolombia. Tim gabungan dari KPK, Kemenkum HAM, Mabes Polri, hingga Interpol beringsut ke Amerika Latin.

Akhirnya pada 8 Agustus 2011, Menko Polhukam saat itu, Djoko Suyanto, memberitahukan kabar penangkapan Nazaruddin. Tim gabungan memverifikasi penangkapan Nazaruddin.

Saat itu Nazaruddin disebut tengah asyik duduk-duduk saat ditangkap. Kadiv Humas Mabes Polri saat itu Irjen Anton Bachrul Alam mengatakan Nazaruddin ditangkap pada Minggu, 7 Agustus 2011 pukul 02.00 waktu setempat.

Nazaruddin ditangkap di kota pantai Cartagena dengan menggunakan paspor palsu bernama Syarifuddin. Lantas Nazaruddin diproses untuk diterbangkan ke Indonesia. Baru pada 13 Agustus 2011 Nazaruddin tiba di Jakarta tetapi perjalanan membawa Nazaruddin pun sempat menjadi sensasi lain.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5