Kasus Corona Masih Tinggi, Papua Perpanjang PSDD hingga 3 Juli

Wilpret Siagian - detikNews
Kamis, 18 Jun 2020 19:56 WIB
Pemprov Papua.
Pemprov Papua (Wilpret Siagian/detikcom)
Jayapura -

Pemprov Papua kembali memperpanjang status pembatasan sosial diperluas dan diperketat (PSDD) atau relaksasi tahap II hingga 3 Juli 2020. Namun, dalam pembatasan sosial kali ini, ada kelonggaran untuk pintu masuk dan keluar antarkabupaten di Bumi Cenderawasih.

"Kami melakukan perpanjangan PSDD relaksasi II hingga 3 Juli, karena masih tingginya jumlah kasus COVID-19," jelas Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal kepada wartawan seusai rapat koordinasi Satgas Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Papua di Jayapura, Kamis (18/6/2020).

Berdasarkan data Satgas Penanggulangan COVID-19 Provinsi Papua, per hari ini kasus Corona di Papua berjumlah 1.303 kasus positif. Rinciannya, 761 pasien dirawat, 526 orang sembuh, dan 16 meninggal dunia.



Klemen menyatakan hasil rapat koordinasi Satgas Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Papua salah satunya adalah melanjutkan pelaksanaan pembatasan keluar-masuk orang dari dan keluar dari Provinsi Papua berlaku selama 14 hari, mulai 20 Juni sampai 3 Juli 2020. Namun ada pelonggaran pintu keluar dan masuk antarkabupaten dengan membuka bandara dan pelabuhan.

Bandara yang dibuka adalah Bandara Sentani, Merauke, Biak, Wamena, Mimika, dan Nabire dengan jadwal penerbangan dua kali dalam satu minggu. Kemudian Pelabuhan Jayapura, Biak, Merauke, dan Nabire.

"Pembukaan penerbangan antarkabupaten di Provinsi Papua dilakukan sesuai permintaan dan persetujuan Bupati Merauke, Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Mimika, Kabupaten Biak, Kabupaten Yapen, dan Kabupaten Nabire dimulai 20 Juni sampai 3 Juli 2020, yang jadwalnya diatur dua kali dalam seminggu," ujarnya.



Lebih lanjut Klemen mengatakan, meskipun ada pelonggaran, semua kegiatan harus sesuai dengan protokol kesehatan.

"Tetapi semua kegiatan tetap mengikuti protokol kesehatan termasuk kalau mau kumpul, tapi jangan lebih dari empat orang dan harus perhatikan jarak dan tetap gunakan masker," katanya.

(idn/idn)