Sampaikan Pleidoi, Abu Rara Bantah Motif Terorisme di Kasus Tusuk Wiranto

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 18 Jun 2020 15:40 WIB
Ilustrasi Palu Hakim
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Penyerang eks Menko Polhukam Wiranto, Syahrial Alamsyah alias Abu Rara, membantah melakukan pemufakatan jahat dengan Samsudin alias Ending alias Jack Sparrow alias Abu Basilan. Abu Rara menilai dakwaan jaksa atas dirinya tidaklah terbukti.

"Tentang tuduhan perencanaan dengan saudara Samsudin itu tidak ada, Pak. Pemufakatan jahat bersama juga tidak, tidak terbukti juga," kata Abu Rara saat menyampaikan pembelaannya di Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar), Kamis (18/6/2020).

Dalam sidang ini, terdakwa tidak hadir di ruang sidang. Terdakwa menghadiri sidang melalui telekonferensi online.

Selain Abu Rara, sang istri Fitria Diana alias Fitria Andriana melalui kuasa hukumnya juga meminta kepada mejelis hakim meringankan hukumannya. Fitri mengaku tidak melakukan tindak pidana terorisme seperti yang didakwa jaksa.

"Kami penasihat hukum, memohon kepada majelis hakim memutuskan terdakwa Fitria Andriana tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana teroris, dan menyatakan terdakwa hanya bersalah melanggar Pasal 351 KUHP," kata pengacara Fitri dan Abu Rara, Kamsi, di ruang sidang.

Terdakwa Samsudin alias Ending alias Jack Sparrow juga turut menyampaikan pleidoi lisan dalam sidang ini. Samsudin mengaku tidak melakukan hal apapun seperti didakwakan jaksa, yakni melakukan teror ke toko emas.

"Sebenarnya saya tidak pernah melakukan apapun tindakan hal apapun yang mulia," kata Samsudin.

"Saya minta untuk yang mulia yang mutusin perkara Pak Samsudin. Hukumannya diringankan, dan minta keadilan yang seadil-adilnya," sambung pengacara Samsudin, Kamsi.

Pengacara ketiga terdakwa, Kamsi, mengatakan Abu Rara tidak pernah melakukan tindakan terorisme dan pemufakatan jahat. Dia menyebut Abu Rara dan Fitria hanya melakukan penganiayaan kriminal umum, bukan tindakan teror.

"Pada intinya terdakwa Syahrial tidak pernah melakukan permufakatan jahat dengan temannya (Samsudin), tapi mandiri. Jadi tidak masuk jaringan teroris tapi masuk dalam Pasal 351 tentang penganiayaan," kata Kamsi usai persidangan.

Selanjutnya
Halaman
1 2