Round-Up

Ortu Siswa Mengeluh Boros Kuota, Kemendikbud Punya Solusi 'Keluar Jaringan'

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 18 Jun 2020 06:30 WIB
Dua anak belajar dengan bimbingan orang tuanya di rumahnya, Mamuju, Sulawesi Barat, Rabu (15/4/2020). Dinas Pendidikan daerah setempat mengimbau kegiatan belajar dari rumah tersebut diperpanjang dengan batas waktu yang belum ditentukan untuk mengurangi interaksi sosial sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19.
Foto: Ilustrasi anak-anak belajar dari rumah saat Corona (ANTARA FOTO/AKBAR TADO)
Jakarta -

Sejumlah orang tua murid mengeluhkan boros kuota saat anaknya belajar di rumah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pun menyarankan agar siswa bisa belajar di luar jaringan.

Ada sederet keluhan yang dirasakan orang tua saat anaknya belajar di rumah saat Corona masih mewabah. Keluhan yang pertama adalah soal peralatan. 'Sekolah online' berarti butuh gadget yang menunjang, kuota, hingga sinyal yang baik. Terkadang, hal itu menjadi kendala.

"Yang paling ganggu itu soal sinyal ya. Kadang gini ketika mereka lagi belajar sama gurunya, tiba-tiba sinyalnya hilang. Nah kan jadi nggak kedengaran jelas apa yang disampaikan guru," kata salah satu orang tua bernama Basaria Siahaan saat dihubungi, Rabu (17/6/2020).

Pengeluaran bulanan juga bertambah. Dalam sebulan, Basaria bisa menghabiskan Rp 400 ribu untuk kuota internet belajar di rumah.

"Ditambah kan di rumah kan emang belum bisa masang wifi jaringannya belum ada. Jadi saya pakai kuota. Itu jadinya nambah terus kuotanya buat nunjang belajarnya. Sebulan bisa dua kali ngisi kuota internet," ungkap ibu dari siswa kelas 1 SMP di Jakarta Timur ini.

Simak video 'Aturan Kemendikbud soal Pembukaan Sekolah':

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2 3