Cerita Ortu Panggil Guru Privat demi Bantu Anak Belajar dari Rumah

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Rabu, 17 Jun 2020 13:40 WIB
Seorang murid sekolah dasar (SD) belajar melalui siaran streaming TVRI di rumahnya, di Padang, Sumatera Barat, Senin (13/4/2020). Kemendikbud resmi meluncurkan program
Ilustrasi Anak Belajar dari Rumah (Iggoy el Fitra/Antara Foto)
Jakarta -

Pemerintah sudah memastikan bahwa 94% siswa di Indonesia masih akan belajar dari rumah imbas pandemi virus Corona. Orang tua pun putar otak demi bertahan saat 'sekolah online' dari rumah.

Salah satu orang tua murid di Jakarta bernama Inung Kurniawati (49) mengatakan akan memanggil jasa guru privat guna membantu anaknya belajar di rumah. Inung sendiri memiliki dua orang anak yang berada di jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah atas (SMA).

"Nah untuk semester besok dengan terpaksa aku undang guru privat," kata Inung kepada detikcom, Rabu (17/6/2020).

Inung pun mengatakan guru privat tersebut ditujukan untuk memperbantukan anaknya yang berada di jenjang SMA. Menurutnya, ada beberapa pelajaran yang sulit diikuti anaknya secara virtual.

"Jadi pelajaran yang disampaikan guru paling kan beberapa menit ya. Sisanya dia cuma lewat Googling, YouTube semuanya. Jadi seharian cuma dengerin YouTube, YouTube dari sini, sini, sini, ruangguru dia bukain. Jadi belajarnya sama guru itu cuma beberapa menit lah, berapa persennya, sisanya dia lewat YouTube, banyak aplikasi-aplikasi pelajaran ini, matematika ini. Tapi tetap aja dia masih suka bingung," ujar Inung.

Sebagai orang tua, Inung mengaku tidak menguasai semua mata pelajaran yang dipelajari anaknya. Ibu dari dua orang anak ini pun mengatakan guru privat yang didatangkan akan tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Aku sudah telepon guru privat, dia setuju. Pastilah dengan protokol kesehatan segala macem lah. Dan dia ketemu anakku itu cuma sepekan sekali. Seharian. Nggak tiap hari. Jadi (pelajaran) yang susah aja," ucap Inung.

Sebelumnya, Kemendikbud menetapkan jadwal tahun ajaran 2020/2021 tidak akan berubah. Masa pembelajaran akan mulai pada Juli mendatang.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan ada 94 persen peserta didik yang berada di zona kuning, oranye dan merah. Sedangkan sisanya 6 persen peserta didik yang berada di zona hijau diperkenankan untuk melakukan pembelajaran tatap muka.

"94 persen dari peserta didik kita tidak diperkenankan melakukan pembelajaran tatap muka jadi masih belajar dari rumah. Yang 6 persen yang di zona hijau itulah yang kami memperbolehkan pemerintah daerah untuk melakukan pembelajaran tatap muka tetapi dengan protokol yang sangat ketat," kata Nadiem dalam konferensi pers yang disiarkan di akun YouTube Kemendikbud RI, Senin (15/6).

(imk/imk)