Anak Buah Terpapar COVID-19, Ini Langkah Wali Kota Semarang

Angga Laraspati - detikNews
Jumat, 12 Jun 2020 20:48 WIB
Hendrar Prihadi
Foto: Pemkot Semarang
Jakarta -

Sebanyak 25 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Balai Kota Semarang ditemukan positif COVID-19, dan hampir seluruhnya merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG). Temuan ini ditemukan dari hasil test swab gelombang kedua yang dilakukan secara acak, Dinas Kesehatan pun kembali melakukan test berupa yang rapid test bagi ASN yang lain.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyebutkan bahwa 10 orang di antara 25 ASN yang positif merupakan pejabat struktural. Di mana sebagian melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing dan sisanya dirawat di Balai Diklat dan Rumah Dinas Walikota.

"Alhamdulillah mereka kembali di test swab dan hasilnya 5 di antara 10 pejabat dan 3 staf hasilnya mulai negatif. Nanti akan dilakukan lagi sampai 2x jika hasilnya kembali negatif yang bersangkutan bisa kembali beraktivitas. Ini resiko bertugas sebagai pelayan masyarakat, maka tugas kita memberikan support dan mengupayakan mereka sembuh dalam waktu yang cepat," terangnya dalam keterangan tertulis, Jumat (12/6/2020).

Untuk mengantisipasi penyebarannya, saat ini sedang dilakukan di tracking bagi keluarga dan kerabat serta apa aktivitas mereka dalam seminggu kemarin untuk segera dilakukan pengecekan.

Menurut Wali Kota yang sering disapa Hendi ini, ASN memiliki risiko tinggi untuk terpapar COVID-19 karena aktivitasnya sebagai pelayan masyarakat serta jumlah pegawainya yang banyak atau sekitar 12.000 orang. Untuk itu pihaknya akan mengeluarkan edaran terkait sistem kerja di antaranya terkait protokol kesehatan seperti penggunaan masker dan sarung tangan serta pembenahan kapasitas pegawai.

"Jam kerja dilakukan dari pukul 7.30-15.00 karena pelayanan masyarakat harus tetap berjalan. Kapasitas pegawai bisa dikurangi menjadi 50-% dari total pegawai, sisanya melakukan Work From Home secara bergilir, pemasangan sekat mika antar meja, seta penyemprotan disinfektan secara internal," jelas Hendi.

Sementara itu, terkait tren penyebaran COVID-19 yang semakin meningkat, yaitu positif 260, meninggal 68, ODP 365, dan PDP 210, Menurut Hendi, idealnya seluruh warga Semarang perlu dilakukan test swab. Namun tetap harus dihitung terkait ketersediaan alat, SDM, serta kemampuan finansialnya.

Maka saat ini jalan yang diambil adalah dengan melakukan test masif di tempat-tempat yang terdapat keramaian seperti mall, pasar, dan cangkrukan.

"Dilihat dari angka memang hasilnya meningkat, itu karena kita lakukan test secara masif. Semakin cepat kita data penderita yang positif maka semakin cepat dan mudah penanganannya. Hal ini bisa dilihat dari angka kesembuhan yaitu 328 orang, mereka datang tidak dalam posisi kritis sehingga potensi kesembuhan bisa lebih besar. Selain itu kita juga dapat melakukan pemetaan wilayah terkait karantina," tandasnya.

Terkait paparan COVID-19, Hendi berpesan untuk tetap waspada namun tidak perlu takut berlebihan. Dirinya memahami bahwa sebagian masyarakat ini takut bukan penyakitnya melainkan depresi sosial karena dijauhi masyarakat.

Maka ia mengimbau kepada masyarakat untuk menjauhi penyakitnya bukan orangnya jangan dikucilkan sehingga membuat imun turun, melainkan perlu diberi dukungan moral agar proses recovery berjalan lebih cepat.

(mul/ega)