PSBB Transisi DKI Dinilai Belum Penuhi Syarat WHO, Golkar Ingatkan Pakai Masker

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Jumat, 12 Jun 2020 08:58 WIB
Sekretaris Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Judistira Hermawan
Foto: Sekretaris Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Judistira Hermawan (Eva Safitri-detikcom)

Judistira mengingatkan bahwa apa yang telah dicapai harus ditingkatkan. Anggota Komisi D DPRD DKI ini menilai sarana dan prasarana yang dimiliki DKI saat ini sudah memadai untuk bisa menekan angka penularan Corona.

"Tapi kita lihat, alhamdulillah angka kesembuhan meningkat, angka kematian akibat COVID menurun. Kemudian kesanggupan kita melakukan test PCR juga memadai, fasilitas kesehatan dan tenaga medis juga memadai, ini menjadi hal yang perlu dipertimbangkan, tujuannya satu, produktif tapi aman COVID," sebut dia.

Sebagaimana diketahui, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan minimal ada 6 syarat yang harus dipenuhi bila pemerintah suatu negara ingin membuka kembali wilayahnya. Berikut ini syaratnya:

1. Transmisi penyakit sudah terkendali.

2. Sistem kesehatan mampu mendeteksi, mengetes, mengisolasi, dan melakukan pelacakan kontak terhadap semua kasus positif.

3. Risiko di lokasi hot spot seperti panti jompo bisa diminimalisir.

4. Sekolah, kantor, dan lokasi penting lainnya bisa dan telah menerapkan upaya pencegahan.

5. Risiko kasus impor bisa ditangani.

6. Komunitas masyarakat sudah benar-benar teredukasi, terlibat, dan diperkuat untuk hidup dalam kondisi 'normal' yang baru.

Namun, menurut Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Tri Yunis Miko Wahyono, 6 syarat tersebut belum dipenuhi oleh DKI Jakarta.

"Kalau dari syarat pertama sih kayaknya belum memenuhi syarat. Karena kasus COVID-19-nya belum turun dan belum aman," kata Tri Yunis Miko saat dihubungi, Kamis (11/6).

Miko mengatakan, mestinya PSBB Jakarta belum saatnya dilonggarkan. Kendati demikian, dia memakluminya jika dilihat dari kondisi ekonomi.

"Seharusnya belum dilonggarkan. Tapi kan tuntutan ekonomi jadi masalah DKI Jakarta. Kalau ekonomi nggak bergerak. Bayangkan berapa besar kehilangannya. Pedagang-pedagang Tanah Abang, Mangga Dua, semua akan teriak. Kalau teriak akan susah untuk meredamnya," ujar Miko.

Gubernur DKI Jakarta Anies Bawedan mengatakan dalam memerangi virus Corona betuh kerja sama semua pihak. Dia menyebut penanganan COVID bukan hanyak kerja satu atau dua orang saja.

"1 faktor yang membuat kita semua merasa sudah saatnya kita menengok kembali betapa kedisiplinan bersama itu penting karena angka ini tidak dapat hanya 1-2 orang tapi semuanya dan ada yang satu yang perlu digarisbawahi yakini setiap kebijakan yang dilaksanakan dengan disiplin oleh seluruh masyarakat akan memberikan dampak," Anies, dalam konferensi pers yang disiarkan kanal YouTube Pemprov DKI Jakarta, Kamis (4/6).

Anies memita agar kerja sama itu selalu ditingkatkan. Serta selalu mematuhi protokol kesehatan ketika keluar rumah.

"Saya garis bawahi ini adalah hasil kerja bersama yang bersama-sama di rumah yang bersama-sama tidak berpergian yang bersama-sama pakai masker dan selalu menjaga jarak dan selalu cuci tangan rutin dan selalu disiplin menjaga protokol kesehatan dampaknya angka ini muncul di Jakarta," kata dia.

Halaman

(lir/zak)