Viral Tolak Kedatangan Tim Medis, Ini Cerita Pedagang Pasar Cileungsi

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Kamis, 11 Jun 2020 15:09 WIB
Pasar Cileungsi (Sachril Agustin Berutu/detikcom)
Pasar Cileungsi (Sachril Agustin Berutu/detikcom)
Cileungsi -

Pedagang Pasar Cileungsi, Kabupaten Bogor, viral di media sosial karena menolak tim medis yang akan melakukan tes. Penolakan ini dilakukan karena mereka menganggap tidak ada keadilan.

Pedagang beras di Pasar Cileungsi, Erick Oktora (40), mengatakan banyak pedagang yang khawatir Pasar Cileungsi akan ditutup kembali bila dilakukan tes pada Rabu (10/6). Pedagang pun, lanjutnya, menolak tes masif karena merasa tidak diperlakukan dengan adil.

"Kedua, dalam hal ini rapid test harus berkeadilan. Sebab, di luar pasar, di Ramayana, itu dia (PKL) operasional 24 jam. Itu pasarnya becek, kumuh, kenapa nggak dites (rapid) dan swab. Kan namanya jualan kita bersaing antara legal dan ilegal, gitu kan. Makanya pedagang nolak, kok hanya kita yang dites. Sedangkan di luar pasar (PKL liar) tidak," tutur Errick di Pasar Cileungsi, Kabupaten Bogor, Kamis (11/6/2020).

"Maklumlah, jam 01.00 WIB dia (pedagang) jualan, capek, lelah, kurang tidur, imun menurun, jam 09.00 WIB di-rapid. Otomatis kan nanti di-rapid, kan rapid nggak bisa jadi patokan juga. Dengan posisi badan yang lemah, letih, lesu (jadi) reaktif. Nanti di-swab, positif, berimbas ke dia," lanjut dia.

Errick mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Cileungsi juga tidak memberikan informasi bahwa akan ada rapid test kemarin. Banyak pedagang yang khawatir, bila dilakukan tes, akan membuat pengunjung pasar semakin sepi.

Dia pun ingin agar ada transparansi data tentang kasus positif di Pasar Cileungsi.

"Sebab apa? Sebab, yang kemarin beredar di medsos (media sosial), terjadi rapid test 300 orang. Ternyata yang di-rapid 57 (orang). Kedua, dari 57 (orang), pagi di-rapid, siang (dinyatakan ada) 8 positif. Kan rapid nggak bisa jadi acuan positif-negatif sebelum di-swab. Jadi kan hasil swab 10 hari, rapid tanggal 31, siangnya sudah ketemu bahwa (ada) pedagang positif," ungkapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2