Round-Up

Kasus Corona Saudi Tembus 100 Ribu, Pelaksanaan Haji Masih Tak Menentu

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 09 Jun 2020 08:58 WIB
Ilustrasi haji
Foto ilustrasi haji. (Mindra Purnomo/detikcom)

Namun ternyata, pemerintah Singapura telah lebih dulu menunda pemberangkatan calon jemaah haji 2020. Dewan Agama Islam Singapura (Muis) mengatakan keputusan menunda haji dibuat secara independen.

"Dan karena pertimbangan untuk kebutuhan para jemaah kami, dan keselamatan jemaah kami, dalam konteks yang memberikan pelayanan terbaik Singapura," kata Menteri Urusan Muslim Singapura Masagos Zulkifli dalam konferensi pers seperti dilansir Straits Times, Jumat (15/5).

Muis menjelaskan keputusan membatalkan pemberangkatan haji 2020 berdasarkan hasil keputusan rapat Komite Fatwa Muis. Komite Ulama Muis berpendapat keputusan ini dibuat karena prihatin kondisi dunia yang sedang menghadapi pandemi Corona.

"Kami memiliki keyakinan penuh dalam manajemen pandemi Arab Saudi dan bahwa langkah-langkah yang tepat akan diberlakukan jika haji dilanjutkan. Namun Singapura memiliki pertimbangan sendiri untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan jemaah Singapura," kata Muis.

Terlebih, calon jemaah yang dijadwalkan berangkat tahun ini kebanyakan usia rentan, yakni usia 50 tahun ke atas. Usia ini adalah usia rentan tertular Corona.

"Lebih dari 80 persen warga Singapura yang dijadwalkan melakukan haji tahun ini berusia di atas 50 tahun. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyarankan bahwa kategori individu ini menghadapi risiko komplikasi dan kematian yang lebih besar jika mereka kontak dengan virus ini," kata dewan.

Meski demikian, meskipun angka kematian Corona telah melampaui 100 ribu, Saudi belum mengumumkan apakah mereka akan menggelar ibadah haji tahun ini, yang dijadwalkan untuk akhir Juli. Tapi mereka telah mendesak umat Islam untuk menunda sementara persiapan untuk haji tahun ini.

Halaman

(zak/zak)