Bila Motor Kena Ganjil Genap, TransJ Diminta Perbanyak Bus-Perluas Halte

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 07 Jun 2020 13:01 WIB
Antrean penumpang bus TransJakarta terlihat di Halte Gatot Subroto. Antrean itu disebabkan oleh warga yang kembali beraktivitas jelang penerapan new normal.
Foto ilustrasi antrean bus TransJakarta (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Dia melihat headway (antara bagian depan suatu kendaraan dan bagian depan kendaraan berikutnya pada suatu waktu) di bus-bus TransJakarta masih bisa diisi. Bila bus itu ditambah, penumpang yang berasal dari pemotor yang kena ganjil-genap bisa ditampung, sehingga warga tak perlu berdesak-desakan di dalam bus TransJakarta.

"Kapasitas halte bisa diperluas lagi, karena di masa pandemi ini orang tidak boleh terlalu berdekatan saat mengantre," kata Djoko.

Lain halnya dengan KRL. Dia melihat KRL dari arah Bogor sudah tidak bisa ditambah lagi armadanya karena headway sudah mepet.

"KRL itu sudah mentok headway-nya, yakni 3 sampai 5 menit, rangkaiannya sudah 12 gerbong, akan berbahaya bila ditambah. Kecuali untuk arah Cikarang, masih mungkin," tilik Djoko.

LRT masih bisa ditambah, tapi pembangunannya sudah terjadwal sehingga tidak bisa serta-merta dikebut dalam waktu dekat. Untuk bus-bus dan angkot, dia menilai kapasitas muatannya terlalu sedikit sehingga berisiko untuk tidak menerapkan jaga jarak.

"Di masa pandemi ini, panglima kita adalah kesehatan. Ada tiga prinsip protokol kesehatan, yakni jaga jarak, cuci tangan dengan sabun, dan mengenakan masker. Jaga jarak menyebabkan kapasitas angkutan umum kita tidak boleh seperti dulu lagi, maksimal 70% kapasitas saja sudah bagus," kata Djoko.

Antrean penumpang bus TransJakarta terlihat di Halte Gatot Subroto. Antrean itu disebabkan oleh warga yang kembali beraktivitas jelang penerapan new normal.Antrean penumpang bus TransJakarta terlihat di Halte Gatot Subroto. Antrean itu disebabkan oleh warga yang kembali beraktivitas menjelang penerapan 'new normal'. (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Selain itu, supaya warga tidak berdesak-desakan di transportasi umum, perusahaan juga perlu mengatur waktu pola kerja karyawannya.

"Transportasi adalah kebutuhan turunan atau 'derived demand'. Maka demand utamanya yang berupa aktivitas kerja harus diatur," kata dia.

Halaman

(dnu/zul)