Jokowi Minta Pendidikan Ada Target Terukur, Komisi X: Pastikan Alokasi Anggaran

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 05 Jun 2020 08:10 WIB
Jubir DPP PKB Syaiful Huda.
Syaiful Huda (Dok. PKB)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar partisipasi pendidikan di Indonesia ada target yang terukur. Komisi X DPR RI menyebut harus ada terobosan besar untuk mewujudkan keinginan Presiden tersebut.

"Lalu apa yang harus dilakukan kalau Pak Jokowi ingin secepatnya merealisasikan apa yang menjadi keinginan beliau, pastikan 20 persen alokasi anggaran pendidikan yang berjumlah Rp 580 triliun itu sepenuhnya digunakan untuk fungsi pendidikan," kata Ketua Komisi X Syaiful Huda kepada wartawan, Kamis (4/6/2020).

Huda mengatakan anggaran untuk fungsi pendidikan tak lebih dari Rp 200 triliun. Dia menyebut dana tersebut juga diserahkan ke kabupaten/kota, bukan langsung di bawah kontrol Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

"Karena Rp 580 T itu yang berfungsi utuh untuk fungsi pendidikan itu tidak lebih dari Rp 200 T. Dana desa itu diambil dari situ, Dana Desa, DAK (Dana Alokasi Khusus), fisik dan nonfisik yang penggunaannya diserahkan ke kabupaten/kota yang sesungguhnya tidak bisa dikontrol penuh oleh Kemendikbud," ujar dia.

Huda menyebutkan, dengan memaksimalkan anggaran itu akan mengembalikan fungsi pendidikan. Kebijakan itu juga diharapkan bisa memperbaiki infrastruktur sekolah hingga kesejahteraan guru.

"Intinya yang Rp 580 triliun kembalikan ke fungsi pendidikan sepenuhnya. Supaya infrastrukturnya beres, kesejahteraan guru bisa naik lalu bisa mengajar dengan penuh pengabdian karena guru bisa memenuhi kehidupannya," imbuhnya.

"Kedua memastikan Rp 580 triliun itu full di bawah kontrol Kemendikbud pemanfaatannya. Kalau ada political will yang kuat, strong leader, memaksakan itu baru ada lompatan," imbuhnya.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2