Digital Diary yang Disebut Jokowi: Aplikasi Pelacak Gerak Kasus COVID-19

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 04 Jun 2020 20:57 WIB
Aturan normal baru pasca Corona di Selandia Baru (Mark Barker/ AP Photo)
Foto ilustrasi aturan 'normal baru' pasca-Corona di Selandia Baru (Mark Barker/ AP Photo)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin agar pelacakan agresif terhadap kasus COVID-19 di Indonesia dilakukan menggunakan teknologi. Digital Diary dari Selandia Baru disebutnya sebagai salah satu contoh.

Dilansir situs Kementerian Kesehatan Selandia Baru, diakses detikcom, Kamis (4/6/2020), Digital Diary yang dimaksud adalah aplikasi ponsel pintar bernama NZ COVID Tracer, diluncurkan pemerintah Selandia Baru pada 20 Mei 2020.

"NZ COVID Tracer adalah aplikasi Kementerian Kesehatan yang mendukung pelacakan kontak (contact tracing) secara cepat dan efektif dengan menciptakan diari digital dari tempat-tempat yang Anda kunjungi," demikian kata Kemenkes Negeri Kiwi.

Pelacakan kontak kasus COVID-19 (atau lebih konkretnya: orang yang kena Corona) adalah langkah penting untuk menghentikan penularan virus itu. Semakin cepat orang yang pernah berkontak dengan kasus positif COVID-19 ditangani dan diisolasi, maka semakin kecil pula potensi virus itu menyebar liar ke orang-orang yang masih sehat.

NZ COVID Tracer (Ministry of Health NZ/Google Play)NZ COVID Tracer (Ministry of Health NZ/Google Play)

Cara kerja

Aplikasi ini bisa dipasang di ponsel bersistem operasi Android maupun Apple. Masyaraat bisa mengunduh NZ COVID Tracer di Google Play maupun di App Store.

Pengguna aplikasi perlu memasukkan email dan membuat password di aplikasi itu terlebih dahulu, termasuk mengisi data diri (opsional).

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2