YLBHI Sebut Pola-pola Tindakan Teror dalam Ruang Demokrasi di 2020

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 03 Jun 2020 17:03 WIB
Asfinawati
Ketua YLBHI Asfinawati (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Ketua Yayasan LBH Indonesia (YLBHI) Asfinawati mengungkapkan empat pola tindakan teror di lingkup demokrasi Indonesia. Dia mengatakan pada 2020 bentuk teror yang sering terjadi ialah intimidasi, peretasan, kriminalisasi, dan pengawasan.

Awalnya, Asfinawati membuka diskusi dengan memaparkan data terkait jumlah korban yang mendapat perlakuan tidak baik akibat menyampaikan pendapat di muka umum. Menurut catatannya, terdapat 6.128 orang yang menjadi korban dari kegiatan menyampaikan pendapat di muka umum.


"Nah jadi ada 4 pola tindakan untuk 2020 ini, ada intimidasi, peretasan, kriminalisasi, dan pengawasan," kata Asfinawati dalam diskusi daring Forum Salemba UI yang bertajuk 'SOS: Teror dalam Ruang Demokrasi' pada Rabu (3/6/2020).

Asfinawati menceritakan beberapa contoh dari kasus teror yang sempat terjadi di Indonesia. Perlakukan intimidasi, kata Asfinawati, sempat menimpa beberapa orang di suatu serikat buruh di Indonesia.

Selain itu, Asfinawati menyebutkan beberapa nama korban teror melalui tindakan peretasan. Asfina menyebutkan kasus Ravio Putra serta kasus Azhar dan Syahdan dari Gejayan Memanggil.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2