7.000 Calon Jemaah Haji Asal Sumsel Batal Berangkat Tahun Ini

Raja Adil Siregar - detikNews
Rabu, 03 Jun 2020 13:42 WIB
Wabah virus Corona juga meneror kawasan Masjidil Haram. Kakbah sempat dikosongkan pada Kamis (5/3) waktu setempat usai Salat Ashar untuk disterilkan antisipasi penyebaran virus tersebut.
Mekah (Dok. Haramain Info)
Palembang -

Pemerintah telah memastikan untuk membatalkan keberangkatan jemaah calon haji tahun ini imbas pandemi COVID-19. Terkait keputusan itu, tercatat lebih dari 7.000 calon anggota jemaah di Sumatera Selatan ikut dibatalkan.

"Di Sumsel tercatat ada 7.012 jemaah yang dibagi dalam 16 kloter. Seharusnya mereka berangkat haji tahun ini," ujar Kepala Kanwil Kemenag Sumsel Alfajri kepada wartawan, Rabu (3/6/2020).

Keputusan itu diambil karena saat ini Saudi masih belum membuka akses layanan bagi penyelenggara ibadah haji tahun 2020 ini. Maka waktu untuk pelaksanaan juga dinilai tidak akan sempat.

"Waktu terus berjalan dan semakin mepet. Rencana awal untuk keberangkatan kloter pertama 26 Juni. Artinya, untuk persiapan terkait visa, penerbangan sama layanan di Saudi tinggal beberapa hari lagi. Ini belum ditambah lagi keharusan karantina 14 hari," kata Alfajri.

Dengan begitu, lanjut Alfajri, bila calon jemaah haji dipaksakan berangkat, ada risiko amat besar. Salah satunya menyangkut keselamatan jiwa dan kesulitan ibadah di Arab Saudi.

Secara tegas, Alfajri memastikan bahwa pembatalan keberangkatan calon jemaah ini berlaku untuk seluruh warga negara Indonesia (WNI). Di mana pembatalan itu tidak hanya untuk calon jemaah haji yang menggunakan kuota haji pemerintah, baik reguler maupun khusus, tapi termasuk juga jemaah yang akan menggunakan visa haji mujamalah atau furada.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2