Hendi Sebut Ada Opsi New Normal Parsial untuk Kota Semarang

Angga Laraspati - detikNews
Rabu, 03 Jun 2020 10:08 WIB
Pemkot Semarang
Foto: Pemkot Semarang
Jakarta -

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyebutkan opsi menjalankan New Normal secara utuh menjadi jauh dari kebijakan yang akan diambil. Namun, ia mengemukakan masih membuka untuk menjalankan New Normal secara parsial, atau menjalankan New Normal pada beberapa sektor satu per satu.

Wali Kota yang sering disapa Hendi itu menjelaskan opsi tersebut diambil karena ditemukannya rentetan klaster baru COVID-19 di Semarang beberapa hari terakhir. Bahkan, angka positif COVID-19 yang semula sebelum Lebaran berada pada angka 47 orang, dan kemudian melonjak menjadi 127 orang, sehingga hampir mustahil memaksakan menjalankan New Normal secara penuh.

Hendi juga mengungkapkan Reproduction Rate (Ro) kota yang dipimpinnya saat ini ada pada angka 1,47, padahal untuk menjalankan New Normal seharusnya sebuah wilayah mencatatkan Ro di bawah 1.

"Kalau New Normal secara keseluruhan, sudah lupakan saja lah, karena kita hitung Reproduction Rate (Ro) kita sampai 30 Mei adalah 1,47. Kalau kita kejar 127 orang menjadi 50 orang dalam lima hari, saya rasa ini sangat berat. Tapi saya belum bisa memutuskan apakah PKM diperpanjang atau tidak, tapi kalau lihat angkanya kan ini terus naik," jelas Hendi dalam keterangan tertulis, Rabu (3/6/2020).

"Tapi saya melihat hari ini kita belum perlu seperti PSBB, kita masifkan lagi patroli dan tes massal secara acak," tambahnya.

Adapun opsi lainnya yang masih dipertimbangkan oleh Hendi adalah New Normal secara parsial atau menjalankan New Normal pada beberapa sektor. Hendi mengatakan hal tersebut akan dirapatkan, mana sekiranya sektor-sektor yang mendesak termasuk sektor ibadah dan olahraga.

"Dasarnya nanti sesuai dengan Menteri Agama dan juga beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh pengelola ibadah, apabila bersepakat akan dibuat pernyataan. Dari dasar itu nanti camat akan meneruskan kepada Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Semarang," terangnya.

Sementara itu terkait sektor pendidikan, Hendi menekankan saat ini kegiatan belajar mengajar masih dalam masa libur sekolah, sehingga belum didiskusikan.

"Sekolah masih lama, karena masih libur, hari ini anak - anak SD, SMP, SMA masih libur, sehingga tidak didiskusikan hari ini. Nanti kalau mendekati jadwal masuk sekolah, baru akan kita diskusikan apakah mampu atau tidak mampu," pungkasnya.

(akn/ega)