Round-Up

Fakta-fakta di Balik Penangkapan Nurhadi oleh KPK

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 02 Jun 2020 21:34 WIB
Nurhadi akhirnya berhasil ditangkap KPK. Eks Dia dibekuk setelah buron selama hampir empat bulan. Berikut sejumlah proses pencarian eks Sekretaris MA tersebut.
Nurhadi (dok detikcom)
Jakarta -

Pelarian eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi berakhir setelah hampir 4 bulan jadi buron. Tersangka kasus dugaan suap-gratifikasi Rp 46 miliar ini ditangkap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di rumahnya di Jakarta Selatan.

"Apresiasi dan penghargaan kepada rekan-rekan penyidik dan unit terkait lainnya yang terus bekerja," kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango seperti dilansir Antara, Selasa (2/6/2020).

Nurhadi telah ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak 13 Februari 2020. Nurhadi ditangkap pada Senin (1/6) malam bersama menantunya, Rezky Herbiyono, di wilayah Jaksel.

Penangkapan tersebut, kata Nawawi, sekaligus membuktikan KPK terus bekerja dalam menangani kasus dugaan korupsi. Berikut ini fakta-fakta di balik penangkapan eks Sekretaris MA Nurhadi oleh KPK:

Nurhadi Buron Hampir 4 Bulan

KPK memasukkan Nurhadi ke daftar pencarian orang (DPO) atau buron sejak hampir empat bulan lalu. KPK menetapkan Nurhadi buron pada Kamis (13/2/2020). KPK mengungkapkan Nurhadi mangkir dari pemanggilan sebanyak dua kali.

"Para tersangka yang setelah dipanggil dua kali sebagai tersangka Pak NH (Nurhadi) dkk yang tidak hadir atau mangkir dari panggilan penyidik KPK maka kami menyampaikan bahwa KPK telah menerbitkan daftar pencarian orang, DPO kepada para tiga tersangka ini, yaitu Pak Nurhadi kemudian Riezky Herbiyono dan Hiendra Soenjoto," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Selain Nurhadi, KPK juga memasukkan dua tersangka lain, yakni menantu Nurhadi, Riezky Herbiyono, dan Hiendra Soenjoto sebagai buron. Riezky Herbiyono ditangkap bersama Nurhadi pada Senin (1/6/2020) malam.

"Perlu kami sampaikan juga, sebelumnya KPK telah memanggil para tersangka dengan patut menurut ketentuan undang namun ketiganya sampai terakhir panggilan tidak memenuhi panggilan tersebut atau mangkir," ucap Ali.

Nurhadi sempat dikabarkan masih berada di Jakarta bulan Februari lalu. Hal itu sampaikan kuasa hukum Nurhadi.

"Pak Nurhadi ada di Jakarta," kata Maqdir Ismail selaku kuasa hukum dari Nurhadi saat dihubungi detikcom, Minggu (16/2/2020).

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5