Dirlantas Polda Metro: Ganjil-Genap Berlaku Setelah PSBB DKI Berakhir

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 02 Jun 2020 10:15 WIB
Petugas Dishub dan Polantas melakukan sosialisasi perluasan  ruas jalan ganjil genap di kawasan simpang besar Matraman, Jakarta Timur.
Foto: Pradita Utama/detikcom
Jakarta -

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memberikan sinyal untuk memberlakukan kembali ganjil-genap. Ganjil-genap akan diberlakukan kembali setelah masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) DKI Jakarta berakhir atau 5 Juni 2020.

"Ganjil-genap nanti berlaku setelah PSBB berakhir," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo saat dihubungi, Selasa (2/6/2020).

Sambodo menyebut per hari ini memang terlihat mulai ada peningkatan volume kendaraan di sejumlah wilayah di DKI Jakarta. Karena itu, menurutnya, jika PSBB tidak diperpanjang, ganjil-genap akan segera berlaku.

"Memang hari ini mulai ada peningkatan volume arus lalu lintas. (Ganjil-genap berlaku) kalau nanti (PSBB) nggak diperpanjang. Kita akan bicarakan dengan instansi terkait," ucap Sambodo.

Sementara itu, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar membenarkan terkait rencana penerapan ganjil-genap setelah 4 Juni 2020. Menurutnya, setelah PSBB berakhir, nanti akan ada evaluasi bersama Dishub DKI Jakarta terkait pemberlakuan ganjil-genap.

"Iya, jadi nanti setelah berakhir 4 Juni, akan kami evaluasi dan koordinasi dengan rekan-rekan Dishub DKI. Kami observasi lagi terakhir karena fakultatif nih, kadang-kadang naik, kadang-kadang turun, Minggu kemarin dibanding Minggu kemarinnya lagi turun, tapi dibanding 2-3 minggu lalu naik gitu, jadi masih fakultatif," ujarnya.



Fahri menyebut per hari ini ada peningkatan volume kepadatan di dalam DKI Jakarta sebesar 4 persen. Peningkatan ini nantinya akan jadi pertimbangan pemberlakuan ganjil-genap di DKI Jakarta.

"Kalau peningkatan dalam kota, naiknya nggak terlalu signifikan, hanya sekitar 4 persen ini di dalam kota, sekitar 4 persen naiknya. Jadi kalau butuhkan gage (ganjil-genap), apa nggak kita evaluasi dulu karena tidak serta-merta gage bisa diterapkan karena volumenya butuh nggak," ungkap Fahri.

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya memperpanjang masa pemberlakuan PSBB hingga 4 Juni 2020. Hingga kini belum ada keputusan apakah PSBB DKI Jakarta akan diperpanjang lagi atau tidak.

Senada dengan pemberlakuan PSBB, kebijakan pembatasan kendaraan bermotor dengan metode ganjil-genap pun ditiadakan. Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya kembali memperpanjang peniadaan ganjil-genap di wilayah Jakarta.

Yang terakhir, Ditlantas Polda Metro Jaya mengumumkan peniadaan ganjil-genap sampai Jumat, 22 Mei 2020. Namun, Fahri menegaskan, masa peniadaan ganjil-genap kembali diperpanjang sampai masa PSBB.

(maa/mei)