Target Turunkan R0 di Bawah 1, Pemkot Makassar Perketat Protokol Kesehatan

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Kamis, 28 Mei 2020 14:52 WIB
Penjabat Wali Kota Makassar Yusran Jusuf. (Foto: Muhammad Nur Abdurrahman/detikcom)
Penjabat Wali Kota Makassar Yusran Jusuf (Muhammad Nur Abdurrahman/detikcom)
Makassar -

Pemkot Makassar akan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap tingkat kepatuhan warganya dalam menjalankan protokol kesehatan. Hal itu dilakukan guna menurunkan angka reproduksi penyebaran virus Corona yang merupakan syarat penerapan 'new normal'.

"Makassar belum memenuhi syarat formal untuk menerapkan skema 'new normal', karena angka R0 (reproduction number) masih di atas 1, itulah kita lakukan monev untuk memperketat warga menjalankan protokoler kesehatan agar angka R0 turun, setelah R0 turun baru bisa kita terapkan 'new normal'," ujar Penjabat Wali Kota Makassar Yusran Jusuf, dalam konferensi pers di posko Tim Gugus COVID-19 Makassar, Kamis (28/5/2020).

Menurut Yusran, pengetatan penerapan protokol kesehatan di Makassar juga sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta tim gugus pusat membantu penanganan 6 provinsi, termasuk Sulsel, daerah yang tinggi kasus positifnya.

Rencananya, dalam proses monitoring yang akan digelar esok pagi, Jumat (29/5), di sejumlah lokasi keramaian di Makassar, lanjut Yusran, Pemkot Makassar akan melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan Perindustrian, satgas kecamatan, serta dinas terkait untuk memantau kepatuhan masyarakat menjalankan protokol kesehatan.

Yusran juga menyebut akan mengikutkan tenaga medis bersama ambulans serta mobil khusus yang membawa alat pengeras suara untuk melakukan sosialisasi Perwali No 31 tentang protokol kesehatan.

"Kita masih perketat semua aktivitas masyarakat, kita ingin meyakini bahwa seluruh pedoman protokol kesehatan dijalankan masyarakat, kita sampaikan ke masyarakat bahwa saat ini masih bencana pandemi COVID-19, kalau temukan warga yang melanggar kita akan tegur di tempat," tambah Yusran.

Sementara itu, terkait kebijakan mengaktifkan kembali sekolah dan sarana pendidikan lainnya, Yusran menunggu petunjuk dari Menteri Pendidikan Nadiem Makarim.

"Pembukaan sekolah kita tunggu arahan Menteri Pendidikan, kita cuma mempersiapkan saja," pungkas mantan Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin ini.

Simak juga video 'Strategi Jokowi Menekan Covid-19 Demi New Normal':

(mna/mae)