Round-Up

Adik Ipar Ungkap Perasaan Mengganggu Pernah Dirangkul Hakim Jamaluddin

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 27 Mei 2020 23:32 WIB
Sidang kasus hakim Jamaluddin (Datuk Haris Molana-detikcom)
Sidang kasus hakim Jamaluddin (Datuk Haris Molana/detikcom)
Medan -

Persidangan kasus dugaan pembunuhan hakim PN Medan Jamaluddin yang dilakukan terdakwa Zuraida Hanum terus berlanjut. Dalam persidangan hari ini, adik Zuraida, Helvi Gustina, menjadi saksi meringankan.

Sidang berlangsung di PN Medan, Rabu (27/5/2020). Di ruang sidang, Helvi bercerita soal Jamaluddin yang pernah mengganggunya.

Helvi awalnya ditanyai soal apakah Jamaluddin pernah datang ke rumahnya di Jakarta atau tidak. Menurut Helvi, Jamaluddin memang sering menginap di rumahnya ketika ada perjalanan dinas ke Jakarta.

"Kenapa dia tinggal di situ? Tidak ngerti, pokoknya setiap selesai dinasnya itu, dari penginapan mampir ke rumah dulu pasti," ujar Helvi.

Saat itu juga Helvi mengaku pernah diganggu oleh Jamaluddin yang datang ke rumahnya di Jakarta. Kala itu, Helvi mengaku pernah ditarik, lalu dirangkul oleh Jamaluddin.

"Apakah pernah Jamaluddin dulu ketika datang ke rumah Saudara, mengganggu Saudara? Bagaimana?" tanya pengacara.

"Pernah," jawab Helvi.

Helvi bercerita lebih detail soal gangguan itu. Dia bercerita kejadian itu terjadi pagi hari. Ketika itu Helvi dan suaminya di rumah berencana untuk piknik liburan bersama keluarga.

"Suami saya bawa keluar anak-anak jajan sekitar jam 09.00 WIB. Terus saya di kamar lagi rapi-rapi, karena mau jalan-jalan. Terus dipanggil. Udah dipanggil. Nah, saya berdiri di pintu kamar yang beliau nginap. Terus pas saya nyampai depan kamar, saya pikir ada keperluan apa, namanya kan beliau lagi tempat kita, apa keperluan apa gitu. Setelah dia sampai ke depan pintu, spontan saya ditarik ke dalam. Saya maju dua langkah itu, terus saya langsung dirangkul," ujar Helvi.

Dia mengaku saat itu tak langsung berteriak karena takut warga sekitar bereaksi. Helvi khawatir, jika berteriak, akan memicu amarah warga.

"Saya spontan berpikir, kalau saya teriak, saya setop jangan teriak, kalau berteriak, langsung diamuk massa, adanya juga dibakar. Karena di tempat kita tinggal itu, memang kalau sedikit kita teriak langsung diamuk massa," sebut Helvi.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2