Polda Sumut Selidiki Dugaan Pemotongan Bansos COVID-19 di 5 Wilayah Ini

Da - detikNews
Kamis, 21 Mei 2020 21:02 WIB
Polda Sumatera Utara (Polda Sumut)/ Arfa-detikcom
Gedung Polda Sumatera Utara (Arfah Fansuri-detikcom)
Medan -

Polisi tengah menyelidiki kasus dugaan pemotongan bantuan sosial (bansos) COVID-19 di Provinsi Sumatera Utara. Polisi menyebut ada lima wilayah yang sedang diselidikinya.

"Kita masih lakukan penyelidikan," kata Dirkrimsus Polda Sumut Kombes Rony Samtana dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (21/5/2020).

Rony tidak menjelaskan secara detail proses penyelidikan yang sedang berjalan. Tapi, dia membenarkan kelima wilayah di Sumut yang tengah diselidiki ialah di wilayah Medan, Toba, Samosir, Deli Serdang, dan Pematang Siantar.

"Betul. (Lima wilayah itu) yang sedang diselidiki," ujar Rony.

Sebelumnya, kasus dugaan penyelewengan bantuan untuk warga terdampak pandemi Corona (COVID-19) juga terjadi di wilayah lainnya di Sumut. Kasus pertama terungkap di Dairi. Kasus ini mencuat setelah tersebar sebuah video warga memprotes jumlah bansos yang diterimanya. Sontak video tersebut membuat heboh.

Dalam video yang beredar, terlihat seorang ibu-ibu berbicara dengan bahasa daerah. Dia terdengar menyebut nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan jumlah bansos yang dijanjikan senilai Rp 600 ribu, tapi dirinya hanya menerima Rp 100 ribu.

Protes itu disebut disampaikan warga Desa Buluduri di Kantor Camat Lae Parira, Dairi, Sumut. Ternyata polisi sudah lebih dulu merespons peristiwa tersebut. Sebanyak tujuh orang diamankan untuk proses penyelidikan dugaan pemotongan bansos itu.

"Iya, ada kita amankan. Diamankan tujuh orang kemarin," ucap Kapolres Dairi, AKBP Leonardo Simatupang, Rabu (13/5).