Round-Up

Kerja Terdepan Kala Pandemi tapi Hak Medis di NTB Tak Dipenuhi

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 21 Mei 2020 08:50 WIB
Tenaga kesehatan yang mogok kerja di Dompu, NTB. (Faruk N/detikcom)
Foto: Tenaga kesehatan yang mogok kerja di Dompu, NTB. (Faruk N/detikcom)
Dompu -

16 Petugas kesehatan yang menangani pasien positif Corona (COVID-19) di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) mogok kerja karena hak-haknya tak dipenuhi, seperti insentif uang makan dan insentif bulanan. Dinas Kesehatan setempat pun meminta para petugas kesehatan bersabar dan kembali bekerja.

"Kita hanya diberi makan sebanyak dua kali sehari selama bekerja ini, itu pun untuk malam karena bertepatan dengan bulan puasa," ungkap salah seorang tenaga kesehatan yang enggan disebutkan identitasnya pada detikcom Rabu (20/5/2020).

Mereka yang mogok kerja merupakan perawat dengan status pegawai sukarela yang tersebar di 14 Puskesmas Pembantu yang ada di Kecamatan Woja. "Jumlah kita ada 16 orang, 2 dari kami ada yang PNS, 14 adalah pegawai sukarela," ujarnya.

Mereka yang ditempatkan di gedung isolasi karantina Terpijar (Gedung Sanggilo), tepatnya di Desa Rababaka, Kecamatan Woja. Mereka mulai mogok kerja sejak Selasa (19/5). Mereka serentak meninggalkan tempat isolasi karantina pasien sejak pukul 11.30 WITA.

"Masih 6 pasien positif, tinggal tunggu swab yang kedua kalinya," sebutnya.

Petugas kesehatan lainnya, Andi Irawan, mengaku mulai berkerja pada 24 April 2020 lalu. Sejak itu, mereka tidak mendapatkan kejelasan terkait insentif bulanan.

Mereka hanya disuruh bekerja untuk menangani pasien yang saat itu adalah pasien status reaktif dari klaster Gowa. "Kerja kami ini beresiko tinggi, tapi tidak ada intensif apalagi sebentar lagi mau Lebaran. Nasib kami tidak diperhatikan," kata Andi saat dihubungi detikcom.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3