Round-Up

Corona Lebih Gawat dari SARS karena Daya Tular Lebih Kuat

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 21 Mei 2020 04:52 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi virus Corona. (Edi Wahyono/detikcom).

Soal dahsyatnya kekuatan Corona juga disampaikan oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Letjen Doni Monardo. Ia menyebut, virus Corona hampir mungkin tak akan pernah hilang.

"Penjelasan dari dr Mike Ryan, executive director WHO tanggal 12 Mei lalu. Corona virus may never go away artinya Corona virus sangat mungkin tidak pernah akan hilang. Kalau sudah demikian tentu kita harus memiliki strategi menghadapi kondisi yang tentunya kita akan hidup bersama-sama dengan virus," kata Doni usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo, Rabu (20/5).

Dengan kondisi seperti itu, menurut Doni, masyarakat harus memiliki persiapan. Dengan mengetahui seluk beluk dari Corona, maka kemungkinan untuk menghindarinya semakin besar.

"Oleh karenanya apabila kita ingin tetap mampu sukses menghadapi masa pandemi ini maka kita sebagai bangsa harus belajar dengan lebih giat untuk memahami bagaimana virus ini," kata mantan Danjen Kopassus itu.

Kepala BNPB Doni Monardo (Screenshot YouTube Seskab)Letjen Doni Monardo (Screenshot YouTube Seskab).

Doni lalu mengutip penjelasan Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa tentang risiko bahaya virus Corona yang dapat ditekan. Dia lalu menuturkan langkah-langkah untuk menekan risiko bahaya virus mulai dari sikap disiplin dan kesadaran kolektif yang tinggi.

"Tadi Bapak Menteri sudah menjelaskan bahwa vius ini bisa dikurangi risiko bahayanya. Nah langkah langkah seperti ini sangat kita butuhkan, mulai tingkat disiplin yang tinggi, kesadaran kolektif yang tinggi. Kalau ada kerumunan, salah satu di antaranya harus berani tampil sebagai patriot," ujar Doni.

Sikap patriot yang dimaksud adalah mengingatkan orang-orang di sekeliling untuk menerapkan jaga jarak atau physical distancing di mana pun.

"Mengingatkan yang lainnya untuk segera jaga jarak, jangan berdekatan. Dan itu harus dilakukan di berbagai daerah, di beberapa tempat, apakah itu di bandara dan mana saja di antara masyarakat kita. Diharapkan ada yang berniat mengingatkan," ucap Doni.

Doni meminta masyarakat sadar dan saling bahu membahu membantu penanganan virus Corona. Masyarakat pun diminta untut beradaptasi dengan situasi pandemi ini.

"Ini tidak terlepas dari upaya kolektif kita sebagai bangsa untuk betul-betul memahami kita tidak bisa keluar dari situasi pandemi, kita harus mampu menyesuaikan diri," kata Kepala BNPB ini.

Doni Monardo lalu menjelaskan lebih jauh soal perkataan Jokowi 'Berdamai dengan COVID-19'. Ini diartikan Doni Monardo sebagai adaptasi hidup di tengan COVID-19.

"Bapak Presiden mengatakan berdamai dengan COVID. Artinya apa, artinya dengan menggunakan protokol yang ketat, protokol kesehatan yang ketat, kita mampu melaluinya, beradaptasi. COVID-nya ada, tidak bisa hilang, tetapi kita tetap bisa sehat. Kita tetap bisa melakukan aktivitas tanpa kita khawatir tertular dan terpapar," sebut Doni Monardo.

Halaman

(elz/azr)