Kasus ITE ke Anak OSO soal Investasi Rp 18 M Naik Penyidikan

Matius Alfons - detikNews
Rabu, 20 Mei 2020 19:43 WIB
Raja Sapta Oktohari terpilih sebagai Ketum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) periode 2019-2023 melalui aklamasi. Dia menggandeng Warih Sadono sebagai wakil ketua umum.
Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Jakarta -

Anak Oesman Sapta Odang, Raja Sapta Oktohari (RSO), melaporkan balik pelapornya ke Polda Metro Jaya terkait dugaan pencemaran nama baik atas kasus penggelapan dana investasi senilai Rp 18 M. Laporan RSO saat ini sudah naik ke tingkat penyidikan.

"Telah dilakukan gelar perkara awal pada tanggal 19 Mei 2020 untuk peningkatan status dari penyelidikan ke penyidikan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus dalam keterangannya, Rabu (20/5/2020).

Yusri menyebut pihaknya telah melakukan penyelidikan mendalam terkait posting-an yang diduga mencemarkan nama baik RSO melalui akun Facebook milik terlapor Alvin Lim. Sejumlah postingan Alvin Lim, sebut Yusri, dinilai korban tidak sesuai yang terjadi.

Salah satunya terkait tudingan perusahaan RSO yang tidak membayar modal awal serta bunga para investor. Tudingan tersebut pun dibantah oleh pihak RSO.

"Menurut korban bahwa tulisan tersebut tidak benar karena menurut dari MTN yang benar adalah 8-12% dan Investor juga sudah pernah menerima bunga Selama beberapa tahun sebelumnya," ucapnya.

Kemudian Yusri mengatakan pihak RSO juga menyayangkan adanya pelibatan nama tokoh partai Oesman Sapta Odang (OSO) yang dibawa oleh terlapor. Akun itu menyebut anak OSO membuat perusahaan untuk menipu.

"Menurut korban bahwa apa yang dituliskan oleh terlapor adalah tidak benar karena tidak adanya back up tokoh partai untuk menipu masyarakat dan belum adanya putusan dari pengadilan manapun," ujar Yusri.

Atas dasar itu, Yusri mengatakan pihaknya telah menaikkan laporan ke tingkat penyidikan dan akan segera memanggil beberapa pihak. Selain itu, menurutnya, beberapa saksi ahli akan dilibatkan.

"Rencana selanjutnya penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan korban, melakukan pemanggilan terhadap Alvin Lim, SH, MH(c), MSc, CFP, melakukan pemeriksaan terhadap saksi ahli bahasa Indonesia, hukum pidana, dan hukum ITE," ungkap Yusri.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2