Kejagung Bantah Eks Jampidsus Terima Aliran Suap Dana Hibah KONI

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Selasa, 19 Mei 2020 14:33 WIB
gedung kejagung
Gedung Kejagung (dok detikcom)
Jakarta -

Kejaksaan Agung (Kejagung) membantah tudingan ada suap dana hibah KONI yang mengalir ke mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Adi Toegarisman. Kejagung menilai belum ada bukti yang kuat terkait siapa menerima apa dalam kasus ini.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Hari Setiyono, mengklaim pernyataan yang dilontarkan asisten pribadi mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrowi, Miftahul Ulum, terkait aliran dana ke mantan Jampidsus tersebut hanya sebatas dugaan. Hari lantas menyebut Ulum memberikan keterangan tidak jelas.

"Keterangan tersebut menurut saya tidak jelas karena tidak membuktikan adanya penyerahan uang Rp 7 miliar kepada Kejaksaan Agung yaitu siapa yang menyerahkan dan siapa yang menerima," kata Hari melalui pesan singkat, Selasa (19/5/2020).

"Sehingga keterangan Ulum yang hanya menduga bahwa Pak Adi Toegarisman menerima uang Rp 7 M tidak ada bukti pendukungnya," sambungnya.

Kendati demikian, Hari mengatakan pihaknya akan mendalami keterangan dari Ulum. Hari juga menyebut saat ini tim penyidik sedang melakukan pemeriksaan terhadapnya.

"Namun demikian tentunya tim akan mendalami keterangan saudara Ulum tersebut," kata Hari.

Hari menuturkan pada persidangan 17 April 2020, saksi Endang Fuad Hamidy (mantan Sekjen KONI) menerangkan ada arahan dari Ulum untuk menyiapkan uang Rp 7 miliar sebagai uang entertain Kejagung. Namun, kala itu, kata Hari, pemberian tersebut dibatalkan karena mendapat surat dari Inspektorat Kemenpora.

Simak juga video Agar Korupsi Berkurang, Novel: Bersihkan Dulu Penegak Hukumnya:

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2