ADVERTISEMENT

Pembatasan Keluar Masuk Jakarta, Satpol PP: Tidak Bawa Surat Kita Kembalikan

Matius Alfons - detikNews
Minggu, 17 Mei 2020 09:55 WIB
Satpol PP meminta pengendara motor mengenakan masker saat pemeriksaan kepatuhan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Senin (13/4/2020). Pemeriksaan tersebut untuk memastikan setiap pengendara mobil dan motor mematuhi aturan PSBB yang diterapkan di DKI Jakarta. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.
Ilustrasi Satpol PP DKI (Hafidz Mubarak A/Antara Foto)
Jakarta -

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta memastikan akan menjaga terkait pembatasan masyarakat untuk keluar-masuk wilayah Jakarta. Bagi masyarakat yang tidak membawa surat izin dipastikan akan diputarbalikkan.

"Iya, Satpol PP di sini akan mengawal ketentuan Pergub 47 ini untuk aturan keluar masuk Jakarta secara ketat akan dilakukan pengawasan," kata Kasatpol PP DKI Jakarta, Arifin, saat dihubungi, Sabtu (16/5/2020).

Arifin menyebut pihaknya akan melakukan pengawasan di sejumlah check point bersama unsur Dishub DKI Jakarta dan Kepolisian. Dia memastikan akana ada penindakan bagi masyarakat yang melanggar pembatasan ini.

"Satpol PP nantinya akan melakukan pengawasan dan penindakan di tempat-tempat yang sudah nantinya ditentukan check point bersama unsur Dishub dan kepolisian," ucapnya.

Namun Arifin menyebut masyarakat yang bisa membawa surat izin keluar-masuk yang diterbitkan oleh Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu akan diizinkan untuk keluar-masuk Jakarta. Namun dia menegaskan akan ada sanksi bagi yang keluar-masuk tanpa membawa surat izin.

"Ya pokoknya dikembalikan pulang, nggak bisa masuk yang dari luar Jakarta mau masuk ke Jakarta nggak bisa masuk Jakarta, yang dari Jakarta mau keluar ya nggak bisa keluar kalau nggak ada surat keterangan izin keluar masuk, iya (diputarbalikkan)," tegasnya.

Pihak kepolisian, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP DKI Jakarta masih membicarakan terkait titik pantau di DKI Jakarta soal pembatasan keluar-masuk ini. Arifin menyebut titik tersebut akan segera diumumkan.

"Bersama dengan Dishub ini dalam satu dua hari ini akan ditentukan jumlah titik yang akan kita bersama-sama jaga," ujarnya.

Seperti diketahui, Anies mengeluarkan pergub baru terkait larangan bagi warga DKI Jakarta untuk keluar-masuk Jabodetabek. Aturan tersebut tertuang dalam Pergub No 47 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian Keluar dan/atau Masuk Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), yang diteken pada 14 Mei 2020.

"(Pergerakan) dibatasi, sehingga kita bisa menjaga agar virus COVID bisa terkendali," ujar Anies lewat konferensi pers yang disiarkan saluran YouTube Pemprov DKI Jakarta, Jumat (15/5/2020).

Dengan dasar hukum ini, akan ada ketegasan petugas di lapangan. Jadi mereka bisa mengatur penduduk. Anies menyebut warga Jakarta tidak boleh keluar dari kawasan Jabodetabek. Kepada warga Jakarta, Anies meminta agar tetap tinggal di rumah walaupun beberapa hari ke depan terdapat libur hari raya Idul Fitri.

Tonton juga video 'Mau Keluar Masuk Jakarta? Ini Syaratnya':

[Gambas:Video 20detik]



(maa/fas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT