Anies Longgarkan PSBB Jika Penularan di Bawah 1%, IDI Ingatkan Second Wave

Matius Alfons - detikNews
Minggu, 17 Mei 2020 08:41 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono/detikcom
Jakarta -

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengingatkan masih banyak kasus Corona yang belum terdeteksi di Indonesia, khususnya DKI Jakarta. IDI menilai, jika kenyataan penularan Corona masih terbukti di atas 1 persen dan PSBB dilepas, bisa timbul gelombang kedua.

"Kalau di atas 1 itu berbahaya bisa timbul gelombang kedua, jadi bisa diartikan mungkin harus di-cross-check, yang disebut 0,2, 0,3, ya itu tadi, misal kita ada pasien yang aktif 100 kemudian nambahnya 100 itu 1 itu berbahaya," kata Ketua Dewan Pertimbangan IDI Zubairi Djoerban saat dihubungi, Sabtu (16/5/2020).

Zubairi menyebut sejauh ini data yang beredar itu belum tentu seluruhnya terdeteksi terinfeksi Corona. Maka, sebutnya, sangat berbahaya ketika melepas atau melonggarkan PSBB ketika data penularan belum pasti.

"Kasus kita sebenarnya banyak, tapi belum terdeteksi karena rapid test-nya belum begitu banyak, kalau khusus Jakarta rapid test sudah berapa per hari, kalau sudah di atas 10 ribu per hari mungkin sudah bisa dipercaya angka 1 persen atau 0,9 persen, karena kalau rapid test sedikit belum bisa nilai sendiri, karena jumlah itu kita belum tau," papar Zubairi.

Meski demikian, Zubairi mempersilakan pelonggaran PSBB jika data itu benar menunjukkan penularan virus Corona berada di bawah 1 persen.

"Ya boleh dilonggarkan, (tapi) kalau kemudian penularannya di atas 1 itu intinya didefinisikan bisa timbul second wave. Kalau 1 lebih itu kemungkinan second wave sudah pasti, di atas 1 bahaya banget itu tidak boleh dilonggarkan," ujarnya.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2