ADVERTISEMENT

Round-Up

Dulu Berdamai dengan Corona, Kini Jokowi Minta Jangan Putus Asa

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 15 Mei 2020 02:59 WIB
Presiden Joko Widodo melantik Ketua MA Muhammad Syarifuddin dan Hakim MK Manahan Sitompul di Istana Negara Jakarta. Jokowi tampak memakai masker.
Presiden Jokowi (Foto: ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah meminta rakyat Indonesia untuk berdamai dengan virus Corona (COVID-19). Kini, dalam pernyataan terbarunya, Jokowi meminta masyarakat tak putus asa dalam menghadapi virus Corona.

Pesan untuk berdamai dengan virus Corona itu disampaikan Jokowi pekan lalu, Kamis (7/5). Kala itu, Jokowi mengatakan kasus virus Corona di Indonesia masih mengalami fluktuasi. Karena itu, menurut dia, selama belum adanya vaksin, masyarakat harus berdamai dengan virus ini.

"Kita berusaha keras dan berharap puncak pandemi COVID-19 ini akan segera menurun. Namun demikian, beberapa ahli mengatakan ketika kasusnya sudah turun, tidak berarti langsung landai atau langsung nol," kata Jokowi dalam video yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden.

"Ada kemungkinan masih bisa naik lagi, atau turun lagi, naik sedikit lagi, dan turun lagi, dan seterusnya. Artinya, sampai ditemukannya vaksin yang efektif, kita harus hidup berdamai dengan COVID untuk beberapa waktu ke depan," imbuhnya.

Pihak Istana kemudian menjelaskan frasa 'hidup berdamai' yang dimaksud Jokowi. Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengatakan, frasa tersebut diartikan sebagai penyesuaian baru dalam tatanan kehidupan.

"COVID-19 memang belum ada antivirusnya, tapi kita bisa mencegah tertular COVID-19. Ya artinya jangan kita menyerah, hidup berdamai itu penyesuaian baru dalam kehidupan. Ke sananya yang disebut the new normal, tatanan kehidupan baru," kata Bey saat dimintai konfirmasi, Jumat (8/5).

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT