Sorotan-sorotan atas Geger Imam Musala Positif Corona Nekat Pimpin Tarawih

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 14 Mei 2020 11:14 WIB
masjid.
Ilustrasi masjid. (dikhy sasra/detikcom)

DMI

Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI Jakarta bicara terkait kasus seorang imam salat Tarawih yang positif virus Corona di Tambora, Jakarta Barat, nekat memimpin salat jemaah dan berdampak 28 orang menjadi ODP. Mereka meminta kasus ini bisa dijadikan pelajaran.

"Kita kan sudah kasih seruan agar tidak menggunakan tempat ibadah, Tarawih, segala macam. Ini kan kalau sudah terjadi begitu siapa yang tanggung jawab? Ini jadi pelajaranlah, jangan merasa aman kita ya padahal ternyata bisa menularkan kepada yang lain," kata Ketua DMI DKI Jakarta Makmun Al Ayubi ketika dihubungi, Kamis (14/5/2020).

Makmun meminta kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat. Dia juga berharap masyarakat tetap mematuhi pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan mengikuti fatwa MUI terkait kegiatan ibadah selama pandemi Corona.

"Mari kita sama-sama patuhi PSBB yang diperpanjang oleh Pak Gubernur, kemudian seruan Dewan Masjid dan MUI dengan mengacu kepada fatwa MUI. Ya sabarlah ya dengan tetap kita di rumah melaksanakan ibadah," ujar Makmun.

Makmun mengatakan pentingnya menaati aturan PSBB. Sebab, menurutnya, kawasan zona hijau bukan menjadi jaminan warga aman dari penyebaran Corona.

"Kita ini masih banyak yang beranggapan kami zona hijau bla-bla-bla begitu kan. Jakarta ini kita tidak lagi pilah-pilah zona hijau, merah, kuning, PSBB itu berlaku untuk seluruh Jakarta. 'Kami ini masih di zona hijau', siapa yang tahu zona hijau kan. Bahwa sekali lagi PSBB kita di Jakarta berlaku untuk seluruh kelurahan dan RW di Jakarta," jelasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5 6 7