Kapolsek yang Ditusuk Saat Razia Tambang Emas Ilegal di Jambi Mulai Pulih

ADVERTISEMENT

Kapolsek yang Ditusuk Saat Razia Tambang Emas Ilegal di Jambi Mulai Pulih

Ferdi Almunanda - detikNews
Rabu, 13 Mei 2020 15:33 WIB
Polisi saat hendak membebaskan 7 personel yang disandera (dok. Istimewa)
Polisi saat hendak membebaskan 7 personel yang disandera. (dok. Istimewa)
Jambi -

Kapolsek Pelepat, Kabupaten Bungo, Jambi, AKP Suhendri, ditusuk saat razia tambang emas ilegal. Kondisinya mulai membaik setelah mendapat perawatan.

"Kondisi Kapolsek Pelepat AKP Suhendri sudah baik, dia juga sudah pulang dari rumah sakit, karena saat itu Kapolsek sempat dibawa ke klinik di sekitaran sana, usai tertusuk di bagian pantatnya itu. Lukanya itu juga sudah dijahit sebanyak empat jahitan," kata Kapolres Bungo, AKBP Trisaksono Puspo Aji, Rabu (13/5/2020).

Selain itu, tujuh polisi yang sempat disandera warga juga sudah diselamatkan tanpa mengalami luka. Mereka diselamatkan setelah tim gabungan dari polisi dan TNI turun ke lokasi penyanderaan.

"Saat ini tujuh anggota kita yang disandera itu baik-baik saja. Mereka juga tidak alami tekanan apa pun setelah disandera warga itu. Mereka bahkan juga tidak alami luka-luka ketika disandera, karena penyanderaan juga tidak berlangsung lama dan berhasil dibebaskan dan diselamatkan ketika petugas gabungan menuju ke sana," ujar Puspo Aji.

Aksi anarkistis ratusan warga itu juga menyebabkan mobil dinas rusak. Dia mengatakan razia tersebut dilakukan karena adanya laporan tambang emas ilegal merusak lingkungan.

"Kita ini sudah sering mendapatkan masukan, lokasi tambang emas ilegal itu sudah merusak alam, merusak lingkungan," ucap Puspu Aji.

Dia mengatakan air sungai di lokasi dekat tambang emas ilegal itu adalah sumber air bagi warga setempat. Dia menyebut saat ini polisi telah telah memeriksa 21 orang terkait kasus penyanderaan dan penusukan tersebut.

Sejumlah polisi sebelumnya melakukan razia terhadap aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Batu Kerbau, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo Jambi. Tindakan polisi diwarnai penusukan dan penyekapan oleh warga.

"Jadi kejadiannya seperti ini, awalnya anggota kita mendapatkan informasi dari warga di media sosial atas maraknya aktivitas tambang emas ilegal di Kabupaten Bungo Jambi. Lalu anggota melakukan lidik dan kemudian turun ke lokasi. Sesampai di sana, aktivitas itu sudah ditinggalkan pekerja di sana. Namun kemudian tak berapa lama terjadinya aksi penyekapan itu," kata Kapolda Jambi Irjen Firman Santyabudi, Senin (11/5).

Aksi penyekapan dan penusukan terhadap polisi itu terjadi pada Minggu (10/5) malam. Saat itu, setelah merazia lokasi tambang emas ilegal, polisi kemudian dihadang oleh sebanyak ratusan warga laki-laki dan perempuan. Penghadangan itu terjadi di Desa Belukar Panjang, oleh masyarakat desa setempat hingga terjadi keributan antara petugas dan masyarakat desa.

Saat terjadi keributan, warga kemudian melakukan tindakan anarkis hingga menyebabkan kendaraan tim dari Polres rusak hingga menyebabkan Kapolsek atas nama AKP Suhendri mengalami luka tusuk. Tidak hanya itu, warga juga sempat menyekap tujuh polisi hingga akhirnya dapat dibebaskan petugas kembali.

(haf/haf)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT