26 Penghuni Rutan Pondok Bambu dan 28 di Lapas Gorontalo Reaktif Corona

Ibnu Hariyanto - detikNews
Selasa, 12 Mei 2020 12:40 WIB
Poster
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM mengatakan ada sejumlah penghuni di Rutan Pondok Bambu Jakarta dan Lapas Gorontalo terindikasi terpapar virus Corona (COVID-19) berdasarkan hasil rapid test. Penghuni yang terindikasi terpapar COVID-19 itu langsung dikarantina dan dites swab.

"Warga binaan dengan hasil reaktif terhadap rapid test akan dikarantina di dalam rutan/lapas yang telah disiapkan di setiap wilayah dan dilanjutkan dengan swab dan tes polymerase chain reaction (PCR)," kata Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS), Reynhard Silitonga, dalam keterangannya, Selasa (12/5/2020).

Rapid test merupakan metode screening awal untuk mendeteksi virus Corona. Jika seseorang dinyatakan reaktif saat rapid test, selanjutnya harus dilakukan tes metode PCR untuk memastikan positif COVID-19 atau tidak.

Reyhard mengatakan dari hasil rapid test di Rutan Pondok Bambu terdapat 2 orang petugas dan 24 orang warga binaan yang terindikasi terpapar COVID-19. Rapid test tersebut dilakukan terhadap 118 orang petugas, di mana 2 di antaranya petugas Kanwil Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta; 309 warga binaan; 2 anak bayi; 9 orang pegawai kejaksaan; dan 12 orang pihak eksternal.

Kemudian sebanyak 12 warga binaan yang terindikasi terpapar COVID-19 telah menjalani tes PCR dan dikarantina di Rumah Sakit Pengayoman. Sedangkan dua petugas menjalani isolasi mandiri di rumah dan diperintahkan melapor ke puskesmas atau rumah sakit rujukan COVID-19.

"12 warga binaan lainnya yang hasilnya reaktif saat rapid test, diisolasi mandiri di kamar karantina Rutan Pondok Bambu, sambil menunggu hasil swab yang rencananya akan dilakukan pada 12 Mei 2020 oleh Puskesmas Duren Sawit Sudinkes Jaktim," kata Reynhard.