Menko PMK: Ada Kecenderungan Kasus Corona di RI Menurun Per 7 Mei

Andhika Prasetia - detikNews
Jumat, 08 Mei 2020 13:58 WIB
Jokowi kenalkan jajaran kabinet, st burhanuddin, muhadjir effendy
Menko PMK Muhadjir Effendy. (Foto: Andhika Prasetia/detikcom).
Jakarta -

Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengungkapkan ada kecenderungan penurunan kasus virus Corona (COVID-19) di Indonesia per tanggal 7 Mei 2020. Selain itu, Muhadjir menyebut tingkat kesembuhan juga mengalami kenaikan.

"Keadaan peta COVID-19 per 7 Mei ada kecenderungan angka kasus yang terjadi di Indonesia mengalami penurunan walaupun tidak terlalu drastis. Tingkat kesembuhan juga mengalami kenaikan," ujar Muhadjir dalam konferensi video lewat saluran YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (8/5/2020).



Muhadjir menunjukkan peta kasus Corona tanggal 7 Mei, di mana total ada 12.776 kasus positif, 2.381 orang sembuh, dan 930 orang meninggal dunia. Muhadjir mengatakan wilayah DKI Jakarta merupakan provinsi dengan kasus terbanyak.

Peta kasus Corona di Indonesia tanggal 7 Mei 2020Peta kasus Corona di Indonesia tanggal 7 Mei 2020 (Foto: BPMI Setpres)



"Yang kotak-kotak merah wilayah sekarang tingkat pertumbuhan kasus cukup tinggi atau sangat tinggi, di wilayah Jawa. DKI Jakarta tetap memimpin, diikuti provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah. Sedangkan yang di luar Jawa juga harus diwaspadai di Sulawesi Selatan," katanya.



Muhadjir menjelaskan prediksi kasus Corona bertambah secara ekstrem di Indonesia juga tidak terbukti. Muhadjir mengatakan bahwa angka kasus Corona per hari di Indonesia relatif rendah.

"Kita bersyukur ternyata prediksi bahwa kasus di Indonesia akan tumbuh secara eksponensial, secara ekstrem ternyata tidak terjadi dan kita bersyukur karena angka kasus kita masih relatif rendah, yaitu kasus per hari kita masih di bawah 500 paling tinggi puncaknya, kesembuhan mendekati 300 per hari, angka kematian landai tidak ada penambahan drastis," ucap Muhadjir.

Menko PMK: Usulan Lockdown Jakarta Konyol, Warga Sampai Kucing Dibiayai:

(dkp/dhn)